Buruh Tuntut Batalkan Kenaikan BBM, Datangi Exxon dan Gedung DPR
Selasa, 01 Juli 2008

Oleh : Ulfa Ilyas

 

FNPBI.jpg

Jakarta, 30/06/2008/ : Sekitar 80-an orang massa yang tergabung dalam Front  Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kembali lagi melakukan aksi ke Exxon Mobil dan gedung DPR. Dalam aksi tersebut mereka menuntut kepada pemerintah Untuk membatalkan Kenaikan Harga BBM, Nasionalisasi Industri Pertambangan dan hapuskan Hutang Luar Negeri. Selain itu mereka juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memilih lagi partai politik yang pro terhadap kepentingan-kepentingan asing dan partai pendukung kenaikan  harga BBM dan menentang hak angket; Pemerintahan SBY-JK ( Golkar dan Demokrat). 

 


Dedi Fauzi, humas aksi Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, dalam orasinya, mengatakan kaum buruh dan masyarakat miskin sangat menginginkan jika pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, karena dengan pembatalan tersebut keuntungan-keuntungan yang diperoleh  itu bisa mengangkat Industrialisasi Nasional,  dalam hal ini ketika negara mampu mengambil alih perusahaan tambang yang dikuasai oleh asing, maka kemandirian ekonomi akan benar-benar terwujud dan  akan berdampak kepada kaum buruh, dalam artian bahwa tuntutan buruh mengenai bidang ekonominya tidak akan sulit untuk dipenuhi oleh negara.

 

Katarina Pudjiastuti, wakil ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, dalam wawancaranya mengatakan  bahwa pertambangan kita sebesar 85% telah di dominasi oleh asing, oleh karena besok akan terbentuk komisi angket, maka kami disini juga  akan mengingatkan   bahwa hak angket  ini harus membahas tentang  dominasi modal asing di dalam industri-industri pertambangan karena sumber krisis energinya disitu.                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

 

Dengan dinaikkannya harga BBM oleh pemerintah, kaum buruh menghadapi  beberapa tantangan; pertama, kebijakan pengupahan sekarang tidak berkesesuaian dengan kenaikan harga-harga barang. Kedua, Kondisi Industri didalam negeri yang merupakan tempat bergantungnya hidup pengusaha (majikan) dan buruh juga terpukul oleh kenaikan BBM. Berhadapan dengan kondisi itu, kaum buruh (termasuk pengusaha) tidak punya banyak pilihan kecuali memperjuangkan pembatalan kenaikan harga BBM dan penyelamatan Industri nasional.

 

Setelah aksi ke Exxon mobil, massa aksi melanjutkan lagi aksinya ke gedung DPR dengan tuntutan yang sama.   Sesampainya disana massa aksi meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta  melakukan orasi politik secara berganti-gantian. (end)


Quote this article on your site | Dilihat: 431 | Cetak | E-mail

Isi Komentar
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
Saya Tidak Mau Ada Komentar Lain Masuk Email

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >