|
Oleh : Ulfa Ilyas
Jakarta, 30/06/2008/ :
Sekitar 80-an orang massa
yang tergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kembali lagi melakukan
aksi ke Exxon Mobil dan gedung DPR. Dalam aksi tersebut mereka menuntut kepada
pemerintah Untuk membatalkan Kenaikan Harga BBM, Nasionalisasi Industri
Pertambangan dan hapuskan Hutang Luar Negeri. Selain itu mereka juga menyerukan
kepada seluruh masyarakat Indonesia
untuk tidak memilih lagi partai politik yang pro terhadap
kepentingan-kepentingan asing dan partai pendukung kenaikan harga BBM dan menentang hak angket;
Pemerintahan SBY-JK ( Golkar dan Demokrat).
Dedi Fauzi, humas aksi Front Nasional Perjuangan
Buruh Indonesia, dalam orasinya, mengatakan kaum buruh dan masyarakat miskin
sangat menginginkan jika pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, karena
dengan pembatalan tersebut keuntungan-keuntungan yang diperoleh itu bisa mengangkat Industrialisasi Nasional, dalam hal ini ketika negara mampu mengambil
alih perusahaan tambang yang dikuasai oleh asing, maka kemandirian ekonomi akan
benar-benar terwujud dan akan berdampak
kepada kaum buruh, dalam artian bahwa tuntutan buruh mengenai bidang ekonominya
tidak akan sulit untuk dipenuhi oleh negara.
Katarina Pudjiastuti, wakil ketua Front
Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, dalam wawancaranya mengatakan bahwa pertambangan kita sebesar 85% telah di
dominasi oleh asing, oleh karena besok akan terbentuk komisi angket, maka kami
disini juga akan mengingatkan bahwa hak angket ini harus membahas tentang dominasi modal asing di dalam
industri-industri pertambangan karena sumber krisis energinya disitu.
Dengan dinaikkannya harga BBM oleh
pemerintah, kaum buruh menghadapi
beberapa tantangan; pertama,
kebijakan pengupahan sekarang tidak berkesesuaian dengan kenaikan harga-harga
barang. Kedua, Kondisi Industri
didalam negeri yang merupakan tempat bergantungnya hidup pengusaha (majikan)
dan buruh juga terpukul oleh kenaikan BBM. Berhadapan dengan kondisi itu, kaum
buruh (termasuk pengusaha) tidak punya banyak pilihan kecuali memperjuangkan
pembatalan kenaikan harga BBM dan penyelamatan Industri nasional.
Setelah aksi ke Exxon mobil, massa aksi melanjutkan
lagi aksinya ke gedung DPR dengan tuntutan yang sama. Sesampainya disana massa aksi meneriakkan yel-yel dan
menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta
melakukan orasi politik secara berganti-gantian. (end)
Quote this article on your site | Dilihat: 431 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |