Kronologi Aksi FRM Bima Menolak Tambang Pasir Besi PT Indomining.
Rabu, 23 Juli 2008

Front Rakyat Menggugat

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas), Ikatan Mahasiswa Wera (IMAWER), Ikatan Mahasiswa Ambali (IMAWI), Persatuan Rakyat Pai (PRP), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Tani Nasional (STN)

 

Kronologis Penangkapan Petani di Desa Pai, Kec. Wera, Kab. Bima

 

PT. Jagad Mahesa dan PT. Indomining melakukan penggalian pasir besi dengan berdasarkan SK Bupati Bima Nomor 406 dan 407 Tahun 2004 lalu. Namun, disinyalir mekanisme perijinan yang dikelurkan oleh bupati itu bermasalah, karena bertentangan dengan kepentingan masyarakat dan belum melalui proses AMDAL. Keberadaan PT Indomining PT. Jagad Mahesa, dan terakhir PT. Lianda Intan Mandiri mengeksploitasi pasir besi di desa Pai tersebut, telah menyebabkan dampak negatif kepada masyarakat sekitat, seperti menganggu areal persawahan yang berada di belakang pemukiman warga, tumpukannya mengganggu pemukiman warga, mengganggu mata pencaharian nelayan, dan menimbulkan abrasi pantai. Inilah yang menjadi alasan masyarakat Bima yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menolak tambang galian tersebut.

 

Berikut kronologisnya:

 

Hari senin (21/Juli/08)

Pukul.09.00: Massa yang tergabung Front Rakyat Menggugat (FRM) melakukan aksi ke kantor Pemkab Bima dan DPDR kab. Bima. Di depan kantor Pemkab, massa yang ingin bertemu dengan bupati di blockade oleh Satpol PP dan aparat kepolisian. Pihak  Bupati Bima sendiri tidak memperlihatkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah.  di kantor Pemkab Bima diterima Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Drs Syahbudin AM menyatakan, pemerintah akan mempertimbangkan  dan mempelajari dahulu tutuntutan massa. Dia tidak ingin  mengambil keputusan yang salah, sementara ada banyak  yang dirugikan. Pihak Pemkab Bima tidak memperlihatkan itikad baik untuk memperhatikan tuntutan warga, bahkan mencoba mengadu-domba warga dengan mengadakan survey tentang yang pro dan menentang proyek penggalian pasir besi itu. Massa yang kecewa dengan pemkab akhirnya meninggalkan kantor Bupati dan bergerak menuju Kantor DPRD.

 

Pukul.12.00: Massa tiba dikantor DPRD dan diterima oleh salah seorang anggota dewan, yakni H. Supardi, SH. Di kantor DPRD massa menyampaikan tuntutannya agar pihak DPRD segera mencabut surat ijin ketiga perusahaan, yakni PT. Indomining, PT. PT. Jagad Mahesa, PT. Lianda Intan Mandiri yang melakukan eksploitasi galian pasir besi di Kec. Wera, Kab Bima. Pihak DPRD merespon tuntutan massa dengan menyampaikan bahwa aspirasinya akan ditampung dan dipelajari dahulu.

 

Pukul. 14.00: Massa kembali kekampung masing-masing dengan menumpangi beberapa truk. Sesampainya disana, masyarakat dan beberapa perwakilan mahasiswa dari LMND melakukan evaluasi terhadap aksi yang baru saja dilakukan siangnya. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan yang mendalam. Keputusan dari evaluasi aksi tersebut adalah warga akan melakukan penyegelan terhadap ketiga perusahaan tersebut, sebagai symbol protes karena ketidakbecusan pemkab.

 

Menjelang malam, massa bergerak menuju base camp PT. Indomining, targetnya melakukan aksi "penyegelan" pintu secara simbolik, untuk menggambarkan tuntutan warga yang tidak direspon baik oleh pihak pemkab dan DPRD. Tidak tahan dengan emosi dan kekecewaan terhadap sikap Pemkab yang memihak ketiga perusahaan, massa kemudian melempari base camp perusahaan tersebut. Akibatnya, dinding base camp jebol dan beberapa fasilitas base camp rusak.

 

Selasa (22/07/08):

Pukul.09.00: Pihak kepolisian dari Polres Bima mendatangi lokasi "base camp" dan mulai melakukan penyisiran ke pemukiman warga. Warga yang tidak bersiap sedia dan sama sekali tidak tahu kedatangan polisi tidak bisa berbuat apa-apa, ketika polisi mulai menangkapi beberapa warga secara brutal. Polisi melakukan penyerbuan, pemukulan, dan menyeret beberapa warga yang dianggap pelaku pengrusakan. Ada 16 warga yang ditangkap disertai dengan pemukulan, beberapa lainnya diseret-seret hingga menimbulkan luka di sekujur tubuh, dan seorang warga dilarikan ke Rumah Sakit sampai saat ini belum sadarkan diri. Warga yang ditangkap dan mengalami tindak kekerasan pada umumnya sudah berusia lanjut (60-an keatas).

 

Karena ketakutan dengan kebrutalan pihak kepolisian, ribuan warga melarikan diri ke hutan dan gunung yang berada agak jauh dari pemukiman mereka.

 

Berikut nama warga yang ditangkap:

  1. Haji Ridwan
  2. Ridwan Yusuf
  3. Abdul Rahman
  4. Arifin
  5. Aris
  6. Fandi
  7. Masrin
  8. Masrun
  9. Karim
  10. Yasin
  11. Hasanuddin
  12. Burhan
  13. Sri Hartati
  14. Sahruddin
  15. Imran
  16. Hasan

 

Sedangkan seorang warga bernama M. Saleh saat ini dirawat di Puskesmas Wera dan belum sadarkan diri.

 

Layangkan Protes di:

Ketua DPRD Bima (H. Muhdar): 081339560882

Bupati Bima      (Fery Zulkarnaen, ST): 081339556666

Kapolres Bima (AKBP Tjatur Abriyanto,SH): 037443024

 


Quote this article on your site | Dilihat: 422 | Cetak | E-mail

Komentar (1)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 10-11-2008, - IP: 61.94.41.119
 
 
GALI PASIR BESI
YA SAYA SETUJU TERHADAP MAHASISWA ATAU MASYARAKAT YG PROTES KE BUPATI BIMA, KARENA ADA BANYAK KEJANGGALAN.ANTARA LAIN: 
1. APA ANGGOTA DEWAN SEBAGAI PERWAKILAN MASYARAKAT KENAPA TIDAK DIMINTAKAN PENDAPAT ATAU PERSETUJUAN, KARENA UU KITA MENYATAKAN BAHWA BUMI AIR DAN HASI ALAM LAINNYA ADALAH MILIK UMUM YANG DIKELOLA OLEH NEGARA.  
2. SEBELUM BICARA PENGOLAHAN ADA 3 POIN POKOK YANG HARUS CLEAR DULU, YAKNI: 
- ANALISA AMDAL 
- ANALISA LABA RUGI, SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DAN DIRUGIKAN 
- BIKA UNTUNG BAGAIMANA DENGAN MASYARAKAT SEKITAR ATAU BIMA UMUMNYA. JANGAN SAMPAI SEPERTI FREEPORT, NEWMONT, DAN LAIN-LAIN.BAHAN GALIAN MEREKA TIDAK ADA YANG DIOLAH DI INDONESIA, SEMUA DIBAWA KELUAR NEGERI. BUKANKAH INI KEMBALI KE MASA PENJAJAHAN BELANDA, DIMANA MEREKA MEMBAWA HASIL2 BUMI KITA KENEGERI MEREKA? 
JADI SAMA SEKALI BAPAK BUPATI KITA HARUS DIINGATKAN BAHWA INI BUKAN HANYA SOAL PENDAPATAB DAERAH, TETAPI SOAL MASA DEPAN BIMA, MASYARAKTNYA DAN NEGARA. MUDAH2AN BELIAU BISA BERPIKIR LEBIH JERNIH DAN KOMPREHENSIF, JANGAN SAMPAI NANTI KENA TELIK KPK. 
MAJU TUK BIMA MANDIRI DAN JAYA...... 
TRIMS.
 

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
Saya Tidak Mau Ada Komentar Lain Masuk Email

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >