Jakarta-Berdikari
Online
(26/07/08): 12 tahun yang lalu, puluhan pemuda mendeklarasikan kelahiran partai
politik baru, yang memiliki garis politik radikal-progressif. Peristiwa itu
telah menjadi salah satu titik perubahan yang melengserkan rejim Orde baru dan
perlahan-lahan memperluas ruang demokrasi. Hari ini (23/05/07) anggota, mantan dan simpatisan Partai
Rakyat Demokratik (PRD) yang tersebar di berbagai partai politik, jawatan pemerintah,
LSM, pekerja sosial, organisasi massa, Serikat Pekerja, dan lain-lain,
melakukan perayaan atas "12 tahun deklarasi"
Partai Rakyat Demokratik (PRD). Acara ini berlansung sangat sederhana di kantor
DPP Papernas, jl. Tebet Dalam II.G nomor 1, Jakarta Selatan.
Petrus
Hariyanto, mantan Sekjend PRD menyatakan, perayaan yang dilakukan sebenarnya
ditujukan untuk merayakan dan mengingatkan kembali semangat dan cita-cita awal
dari "pendirian PRD". PRD telah menampilkan diri sebagai partai
radikal-progressif yang didirikan kaum muda dan berani berhadapan dengan tembok
"kekuasaan Orde Baru" yang begitu refresif. Banyak kader PRD yang telah
menyerahkan jiwa dan raganya dalam perjuangan demokrasi dan beberapa diantara
mereka belum jelas nasibnya hingg sekarang, seperti Wiji Thukul, Herman
Hendrawan, Suyat, Bimo Petrus, dan lain-lain.
Acara
pemotongan tumpeng dilakukan oleh mantan Sekjend PRD, Petrus Harianto dan
diberikan kepada beberapa kawan yang menghadiri deklarasi PRD (23/07/96),
seperti Suroso dan Yakobus EK. Suasana bertambah semarak ketika para hadirin
menyanyikan lagu "mars PRD" dan lagu
"Darah Juang".
Agus
Jabo Priyano, Sekjend PRD yang terlambat datang karena baru saja melakukan turba ke Jawa Tengah mengatakan, tantangan
utama perjuangan di masa sekarang sungguh jauh berbeda dengan situasi yang
melatarbelakangi PRD. Sekarang ada keterbukaan demokrasi,
tetapi kesemuanya dimaksudkan untuk kepentingan liberalisasi ekonomi dan
kepentingan asing. Sehingga, anggota dan mantan PRD yang kini tersebar
di berbagai organisasi sosial politik, partai-politik, LSM, serikat buruh,
jawatan pemerintah, dan lain-lain memiliki tanggung jawab yang sama, yakni;
pembebasan nasional.
Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan testimoni yang
dilakukan oleh Revitriyoso yang merupakan calon DPD asal jakarta, Tunggal, dan
lain-lain. Semangat utama yang muncul dari ultah PRD adalah bagaimana mengkonsolidasikan
kekuatan dan mendorong rakyat merebut kekuasaan, termasuk dengan memanfaatkan
jalur-jalur formal seperti Pilkada, Caleg DPR, caleg DPD, dan lain-lain.
Reporter:
Ulfa Ilyas, fotographer: Suroso
Quote this article on your site | Dilihat: 828 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |