Wawancara SERBU dengan Sukrisno, Wakil Ketua ISBI (Ikatan Serikat Buruh Indonesia)
Jumat, 26 September 2008
Redaksi SERBU (Seruan Buruh, FNPBI)
telah mewancarai seorang aktifis Buruh, Sukrisno, Wakil Ketua Ikatan Serikat
Buruh Indonesia (ISBI), yang dalam pemilu 2009 akan bertarung sebagai calon
legislatif lewat Partai Bintang Reformasi (PBR), daerah pemilihan Kabupaten
Bogor. Setidaknya, Sukrisno telah mewakili salah satu bentuk penyikapan aktifis
buruh terhadap momentum pemilu 2009, yang juga patut untuk diangkat
kepermukaan.
Berikut Petikan
Wawancaranya:
SERBU: Bagaimana pandangan
anda tentang pemilu 2009, terkait dengan perjuangan kaum buruh?
Sukrisno (SK): Masih jauh dari harapan, tapi harus
dimanfaatkan. Dengan adanya aktifis yang terlibat (menjadi caleg-red) merupakan
gebrakan baru. Momentum 2009 harus di manfaatkan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip
yang selama ini dijalankan.
SERBU: Maksudnya?
SK: Ya perjuangan di jalanan, ekstra-parlementer jangan
ditinggalkan.
SERBU: Keputusan anda maju menjadi
Caleg?
SK: Oh, ini merupakan keputusan pribadi, dan
diijinkan oleh organisasi ISBI. Organisasi mendukung.
SERBU: Bagaimana pandangan
anda mengenai Golput?
SK: Itu merupakan hak ya. Tapi tidak relevan lagi
karena untuk saat ini mungkin harus ada wacana baru. Kalau dulu mungkin karena
kekecewaan terhadap elit politik ya, itu lain. Sekarang ada yang baru, yang
mungkin menjadi harapan. Golput tidak menyelesaikan masalah.
SERBU: Sekarang ini banyak
aktivis buruh yang menjadi Caleg dari beberapa partai politik. Bagaimana
menurut anda?
SK: Ya bisa aja, tapi semua harus legowo. Karena
selama ini kan masih banyak yang mementingkan diri sendiri. Masih banyak juga
teman-teman yang menolak, mungkin selama ini mereka membaca teman-teman yang
menjadi Caleg nantinya akan lupa. Tapi sekarang harus ada upaya untuk
menyatukan diri, apapun partainya, jangan hanya memajukan kepentingan sendiri.
SERBU: Bagaimana harapan anda?
SK: Sudah saatnya kita mencoba, tapi bukan
coba-coba. Kita sudah 10 tahun mencoba berjuang lewat jalanan, tapi hasilnya
belum ada. Para pembuat kebijakan bisa semaunya sendiri, maka kita harus
terlibat dalam pembuatan kebijakan. Dan yang tak kalah penting adalah kontrol
yang kontinyu dari gerakan di luar parlemen. Pemilu ini adalah taktik saja,
bukan tujuan.
1. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
pd 08-11-2008, - IP: 125.161.175.124
Golput adalah hak seseorang
sebenarnya seseorang menjadi golput itu ada beberapa alasan,diantaranya: 1. Kekecewaan seseorang terhadap penguasa dan calon penguasa karena program yang tidak sesuai dengan realitas yang ada. 2. Seseorang menjadi Golput karena kesetaiaan politik, dimana kesetiaan politik itu akan memilih seseorang calon penguasa atas dasar program yang sesuai dengan amanat penderitaan rakyat dan dapat di realisasikan oleh penguasa atau calon penguasa secara real.apabila penguasa tersebut tidak bisa merealisasikan programnya dan hanya sebagai komoditi kampanye maka si penguasa tersebut harus legowo untuk mundur. sistem elektoral yang di terapkan oleh Indonesia dengan asumsi sebagai jalan penyelesaian konsensus politik. itu sangat di terima oleh segala lapisan masyarakat,namun sistem pembangunan kestiaan primordial yang di lakukan oleh partai politik ternyata tidak mampu membangun bangsa ini. hal ini yang menjadi alasan orang untuk memilih golput.