Rizal Ramli Mengagas Kepemimpin Politik Alternatif dan Haluan Ekonomi Baru di Konvensi Capres PBR
Jumat, 10 Oktober 2008
Jakarta ( 09/10/07 ):
Ratusan orang memadati salah satu ruangan di Hotel Nikko, Jakarta . Mereka umunya datang dari berbagai kelompok
masyarakat; kalangan intelektual, buruh, kaum miskin kota , tani, mahasiswa, dan pengusaha. Dengan
berdesak-desakan, massa tersebut tetap antusias mengikuti acara "deklarasi
Rizal Ramli" untuk mengikuti konvensi Capres Partai Bintang Reformasi (PBR).
Dalam acara tersebut, hadir pula ketua umum PBR, Burzah Sarnubi, dan panita
konvensi capres PBR.
Acara
dibuka dengan orasi politik dan dukungan dari sejumlah perwakilan organisasi
dan sektoral, seperti mahasiswa, intelektual, Buruh, petani, kaum miskin kota , pekerja budaya,
ekonom, dan agamawan. Dalam orasinya, Rudi Hartono, perwakilan dari aktifis
Mahasiswa, mengatakan bahwa neoliberalisme telah melahirkan kerusakan besar
terhadap bangsa ini, seperti kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, busung
lapar, dan kerusakan ekologi. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh
kepemimpinan nasional dan partai yang berkuasa justru memberi jalan bagi
neoliberal. " dalam pemilu 2009, cukup sudah bagi partai lama dan pengusung
neoliberal! Saatnya rakyat memilih capres yang punya program, punya tindakan
politik yang konkret, bersih, dan anti-neoliberal" ungkap Rudi Hartono. Dia
menegaskan, bahwa dibutuhkan penyatuan kekuatan politik yang menyepakati
platform "kemandirian nasional" dalam sebuah koalisi parpol untuk mengusung
program dan capres alternatif, yakni Rizal Ramli.
Ray
Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), menegaskan
pentingnya mendorong capres alternatif, yang bukan saja menampilkan wajah baru,
tapi yang terutama adalah gagasan baru dan konsep jalan keluar atas problem
yang dihadapi rakyat. Sedangkan Lukman Hakim, perwakilan dari aktifis buruh,
menekankan pentingnya gerakan buruh ambil bagian dalam pemilu 2009, bukan saja
dengan menyerahkan suara tanpa kritis, tapi mengusung caleg-caleg buruh yang
punya program dan konsep yang anti-neoliberal.
Suasana
semakin bertambah riuh, ketika Marlo Sitompul hadir ditengah massa dan menyampaikan
orasinya. Marlo menilai, bahwa perbaikan terhadap kondisi ekonomi rakyat hanya
dapat terjadi, jika neoliberalisme sebagai system yang mengeksploitasi sudah
dihapuskan dan digantikan dengan haluan ekonomi baru. Baginya, Rizal Ramli yang
merupakan ekonom anti-IMF dan berada diluar ekonom "Mafia Barkeley", akan
sanggup bekerjasama dengan seluruh elemen gerakan sosial untuk melahirkan
kepemimpinan nasioal alternatif dan anti-neoliberal. Selain itu, Angga dari
Dewan Tani Indonesia (DTI), dalam orasi politiknya, mengkritik capres yang
seolah-olah berpihak kepada kaum tani, padahal kenyataannya tidak punya program
dan tindakan yang bersentuhan dengan kehidupan petani.
Fadhel
Hasan, ekonom INDEF, juga menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Dengan
latar belakang ekonom handal, Fadhel menilai Rizal Ramli dapat melakukan
terobosan penting dalam mengatasi persoalan ekonomi di Indonesia . Orasi politik
terus belanjut dari perwakilan Serikat Pekerja BUMN, Marwan Batubara, Agamawan,
dan Budayawan.
Suasana
menjadi haru ketika MC menanyakan kesediaan "RR" untuk menjadi Capres, tapi
seperti agak mengabaikan pertanyaan tersebut dan berjalan kebelakang untuk
menemui ibu-ibu miskin kota dan buruh sebagai bukti keberpihakan politiknya
nanti. Rizal Ramli akhirnya resmi mendaftarkan dirinya sebagai peserta konvensi
capres PBR dengan dukungan rakyat miskin, buruh, dan sebagian elemen pergerakan
dibelakangnya. Baginya, PBR merupakan partai pluralis, inklusif, dan sedang
mengubah diri menjadi partai alternatif, sehingga ia memilih jalur lewat PBR.
Menurut Rizal, Indonesia merupakan raksasa yang sedang tertidur-----mengikuti
sebuah headline di majalah "TIME"---yang sudah saatnya dibangkitkan dengan
kekuatan sendiri; ekonomi berdikari. Bagi Rizal, momentum pemilu 2009 bisa
menjadi momentum perubahan, jika nantinya kekuatan politik alternatif yang
sedang digagasnya bersama kalangan aktifis bisa menjadi "magnet politik" bagi
dukungan rakyat. "jalan untuk menuju Indonesia baru yang lebih baik akan selalu
terbuka" tegas Rizal. (rh& ulfa ilyas)
Quote this article on your site | Dilihat: 383 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved
Inspirasi
Video Aksi Kekerasan Polisi dan PT. Arara Abadi terhadap Warga Suluk Bongkal
Senin, 22 Desember 2008
>> Selengkapnya Video Penyerangan Arara Abadi di Desa Mandi Angin, Bengkalis (2 Juli 2008)
Minggu, 21 Desember 2008
>> Selengkapnya Dunia Ketiga Harus Bersatu Atau Mati
Minggu, 07 Desember 2008
>> Selengkapnya Artikel Lain
Edisi Cetak
Sorry, but Javascript is not enabled in your browser!
JSN ImageShow -
Joomla 1.5 extension (component, module) by JoomlaShine.com
Bravo ! PAPERNAS
Jakarta-berdikari
online (30/12/2008): puluhan organisasi, seperti
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia
(SRMI), Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (SPARTAN), FNPBI,
SHI, Walhi, KPA, Ikatan Pelajar Mahasiswa Bengkalis (IPEMALIS) Jakarta, KOMPAK
UIN, FMN, LS-ADI Jakarta, PB-HMI, KIARA, IGJ, dan Aliansi Mahasiswa Jakartamelakukan
aksi ke kantor Komnas Ham, dan kemudian melanjutkan aksinya ke depan istana
negara.
Selengkapnya...
Jakarta-berdikari
online
(28/12/08): di sela-sela acara orasi catatan akhir tahun (28/12) di Hotel
Santika, di Jakarta, Gus Dur menyempatkan untuk menerima perwakilan petani
suluk bongkal, Bengkalis, Riau, didampingi istri dan anaknya. Pada kesempatan
tersebut, Gusdur memberikan kesempatan kepada petani untuk berdialog dan
menyampaikan kronologis aksi kekerasan yang dilakukan oleh PT. Arara Abadi dan
Polda Riau (18/12/08). Perwakilan petani yang terdiri dari Pak Khalifah, Tengku
Muthalib, Pak Pongah, dan Rasyidin lansung menyampaikan latar belakang kasus
dan berbagai bentuk aksi kekerasan yang dilakukan polisi.
Selengkapnya...
Jakarta-Berdikari
online
( 27/12/08 ): Kasus kekerasan
yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polda Riau terus mendapat kecaman dari
berbagai pihak. Dukungan internasional dan nasional terus mengalir dalam bentuk
nota protes, maupun dukungan solidaritas lansung. Berdikari online sendiri
sudah mendapat pernyataan pers dari Amnesty Internasional terkait brutalisme
kepolisian di Bengkalis, Riau. Terkait hal tersebut, beberapa pihak yang
terkait dalam kejahatan kemanusiaan ini melakukan aksi bela diri, termasuk
melakukan manipulasi fakta dan memaksakan pengakuan terhadap korban di bawah
intimidasi. Seperti kita ketahui, sebelumnya pun Polda Riau telah menyogok enam
organisasi untuk menggelar konferensi pers dukungan terhadap tindakan polda
Riau.
Selengkapnya...
Indonesia: Investigate forcible destruction of homes by the police in Riau
23 December 2008
Indonesian
authorities should immediately investigate the forcible destruction of an
estimated 300 homes in the village of Suluk Bongka on 18 December, Amnesty
International said today. Local sources told Amnesty International that two
children died during the confrontation and that nearly 400 villagers are still
homeless and living in a nearby forest. Fifty eight people remain in police
custody.
"Hundreds
of people are now living in the forest, their homes destroyed, and two families
are grieving the loss of their children. The Indonesian government should
immediately investigate why and how this happened, and specifically examine the
role of local law enforcement officials in this incident," said Josef Benedict,
Amnesty International's Indonesia campaigner.
Selengkapnya...
Jakarta-berdikari
online
(25/12-/08): Berita aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari
Polda Riau bersama dengan PT. Arara Abadi kini sudah menyebar kemana-mana,
bahkan hingga mendapat solidaritas internasional (silahkan klik disini ). Dalam
waktu dekat, pihak Komnas Ham akan melakukan investigasi lapangan guna mencari
bukti dan fakta pelanggaran HAM berat, termasuk kemungkinan telah terjadinya
genosida. Selain itu, pihak korban dan tim advokasi petani Suluk Bongkal sudah
mendatangi mabes Polri, serta menyerahkan begitu banyak bukti (dokumen, foto,
dan video) mengenai aksi brutal Polda Riau. Dalam beberapa hari kedepan,
setidaknya paska libur, pihak korban dan tim advokasi juga akan mengunjungi
komisi III DPR untuk mengadukan kejadian tersebut.
Selengkapnya...
TIM
ADVOKASI WARGA SULUK BONGKAL
Sukarelawan Perjuangan
Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (SPARTAN), Syarikat Hijau Indonesia (SHI),
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), KONTRAS, Liga Mahasiswa Nasional
untuk Demokrasi (LMND), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Front Nasional
Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI),
Serikat Tani Riau (STR), Serikat Pengacara Rakyat (SPR), Kantor Bantuan Hukum
(KBH) Riau, LBH-YPBHI Pekambaru, Jaringan Rakyat Penyelamat Hutan Riau
(JIKALAHARI), Kelompok Advokasi Riau, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kec. Bengkalis
(INPERALIS) Pekambaru, Serikat Mahasiswa Riau (SEMAR)
Nomor : 04/B/TAWSB/Des-2008
Hal : Pernyataan
Sikap
Lamp : 1 bundel kronologis
Tangkap, adili, dan
Hukum Seberat-beratnya Seluruh Personil POLRI yang terlibat Membakar
Rumah-rumah Rakyat, Copot Kapolda Riau
Bekukan Aktifitas PT. Arara Abadi, Kembalikan Tanah Rakyat !
Kamis( 10/12/08 ) dua buah
helicopter berputar-putar di udara sambil menjatuhkan bom napalm, sebuah bom
yang dipergunakan AS untuk membumi hanguskan desa-desa pada saat perang Vietnam , yang diarahkan
kepada pemukiman warga Suluk Bongkal, Desa Beringin, Kec. Pinggir, Bengkalis,
Riau. Warga berhamburan, berlarian, dikejar ketakutan dan rasa cemas. Dalam
waktu singkat, 700 rumah warga hangus terbakar, belum lagi perabot, alat-alat-alat
produksi, dan lahan pertanian yang sebentar lagi akan panen, juga turut hancur.
Bukan itu saja, 700 aparat Polda Riau, ditambah Pam Swakarsa dikerahkan untuk
menggempur warga yang sedang ketakutan. Polisi melepaskan tembakan yang bukan
saja untuk menakut-nakuti warga, tetapi juga diarahkan kepada sejumlah warga. Akibatnya,
dua warga mengalami luka tembak. Ironisnya, seorang bocah bernama Fitri (2th),
yang karena ketakutan, akhirnya tewas terperosok di tanah dan seorang lagi
bernama Bunga (2 bulan) ikut terpanggan api di ayunannya. Dalam kejadian ini,
sebanyak 200 warga ditahan di polsek Mandau, dan 400-an warga yang bersembunyi
di hutan Kampung dalam, kini dikepung layaknya pemberontak oleh ratusan polisi
Selengkapnya...
Jakarta-berdikari-online ( 23/12/08 ): solidaritas
terhadap korban kekerasan di Bengkalis terus berlansung. Selain disampaikan
lewat pernyataan pers sejumlah organisasi-organisasi gerakan, juga dengan
dukungan aksi massa . Hari ini (23/12),
ratusan massa dari Sukarelawan
Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (SPARTAN) menggelar aksi massa ke Mabes POLRI. Di
tengah-tengah massa aksi, juga hadir beberapa perwakilan warga Suluk Bongkal,
yaitu Pongah, Khalifah Ismail, Tengku Abdul Muthalib, dan Pak Rasyidin, yang
merupakan perwakilan petani yang sempat meloloskan diri.
Selengkapnya...
Jogjakarta- berdikari online ( 20/12/08 ): Pengesahan UU BHP
terus menuai protes mahasiswa. Di Jogjakarta, 50-an mahasiswa menggelar aksi di
pertigaan lampu merah UIN. Massa menuntut agar UU
BHP segera dicabut oleh DPR, karena perundangan tersebut akan mengarahkan
pendidikan pada mekanisme pasar. Dalam aksinya, selain melakukan orasi-orasi
politik secara bergantian, massa mahasiswa juga
membakar ban bekas sebagai symbol protes mereka. Baru 30 menit aksi berlansung,
tiba-tiba satu kompi Polisi lansung berupaya membubarkan aksi. Polisi berupaya
membubarkan aksi ini, dengan mendorong para massa aksi. Akibatnya,
beberapa aktifis mahasiswa terjatuh, sedangkan beberapa yang lainnya bergerak
mundur ke arah kampus UIN. Dua massa aksi yaitu
mahasiswi dari APMD dan Uut (anggota LMND DIY Kampus UST) sempat diinjak dan
dipukul sampai pinsan.
Massa yang mundur ke
kampus UIN terus dikejar oleh aparat kepolisian. Mahasiswa kemudian membalas
pengejaran ini dengan lemparan batu. Aksi lempar batu dan kayu pun terjadi
selama puluhan menit.
Selengkapnya...
Bengkalis, Riau-Berdikari
online
(20/12/08): setelah memborbardir dusun Suluk Bongkal dengan bom napalm, pihak
kepolisian POLDA Riau kembali menambah kekuatan sebanyak 8 bus pasukan, 8 truk
pasukan dalmas, tiga unit alat berat (bulldozer), ditambah beberapa ekor anjing
pelacak. Berdasarkan pantauan berdikari online di lapangan, Polisi masih
berupaya untuk mengejar sejumlah warga yang bersembunyi di lapangan, termasuk
mengejar beberapa orang aktifis dari Serikat Tani Riau, organisasi petani yang
berdiri membela hak-hak kaum tani.
Menurut
reporter berdikari online, setiap radius 10 meter dijaga oleh polisi, sedangkan
masyarakat dilarang memasuki lokasi, termasuk mengevakuasi jenasah anak kecil
bernama Fitri yang tewas kemarin (18/12). Polisi tidak segan-segan memukuli,
menangkapi, dan menganiaya warga yang berada di sekitar lokasi lahan warga.
Akibatnya, 3 warga dianiaya oleh aparat kepolisian. Seorang ibu hamil mengalami
pendarahan, tidak bisa dievakuasi dan dibawa
ke rumah sakit karena dihalang-halangi oleh pihak kepolisian.
Selengkapnya...
Kami
dari redaksi berdikari online bersimpati atas perlakuan yang diterima petani di
dusun Suluk Bongkal. Apa yang dilakukan pihak kepolisian Riau merupakan bentuk
kekerasan berat yang merendahkan martabat manusia, serta menginjak-injak
konstitusi dan prinsip-prinsip Negara hukum. Penderitaan yang dialami oleh
rakyat adalah penderitaan kami juga, dan penderitaan untuk semuanya.
Ketika
media massa dan pers mainstream
tidak mau mengangkat dan memberitakan hal ini, maka atas jurnalisme kerakyatan,
kami akan terus menyampaikan berita-berita mengenai penindasan rakyat
dimanapun, termasuk di dusun Suluk Bongkal, Bengkalis, Riau.
Kami
menyayangkan ketidakhadiran media (TV, radio, dan cetak) dalam memberitakan
kejadian tersebut, padahal ratusan hingga ribuan orang harus bergelut dalam
bahaya menghadapi aksi kekerasan yang dilakukan oleh apparatus Negara. Ingatlah
Pesan Bung Karno, pada saat upgrading wartawan PWI, 11 januari 1966; " Para
wartawan agar berhati-hati dalam melakukan tugasnya. Saya tegaskan agar para
wartawan Indonesia mengadakan instrospeksi dalam menjalankan tugasmya.
Adakanlah penilaian yang obyektif terhadap tugas-tugas kewartawanan dalam rangka
mengabdikan diri kepada masyarakat dan revolusi . Untuk ini, para wartawan
hendaknya banyak membaca dan menambah wawasan pengetahuan sehingga akan dapat
menguasai berbagai persoalan dalam rangka menunaikan tugas sebaik-baiknya "
Kamis, 18 Desember 2008
"Ini Perintah Atasan"
(Pernyataan Dir. Reskrim Polda Riau Kombes Pol. Alex Mandalika dilokasi saat
hendak melakukan pembakaran rumah masyarakat
Dusun Suluk Bongkal, 18 Desember 2008)
Pada tanggal 18 Desember 2008 tepatnya pukul
10.00 WIB pasukan Brimob Polda Riau beserta 500-an pasukan Samapta serta
pasukan kepolisian dari Polres Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Dir.
Reskrim Polda Riau Kombes. Alex Mandalika mendatangi Dusun Suluk Bongkal untuk
melakukan pengusiran terhadap warga yang berdiam di Dusun tersebut karena dianggap
telah melakukan penyerebotan terhadap areal HPHTI PT. Arara Abadi. Pasukan
tersebut dilengkapi dengan persenjataan (pentungan dan senjata api) serta water
cannon. Kedatangan pasukan tersebut telah diketahui kabarnya oleh warga Dusun
sejak sehari sebelumnya sehingga membuat warga Dusun seluruhnya melakukan
mobilisasi ke jalan masuk Dusun untuk mempertahankan kampung. Beberapa saat
kemudian masyarakat coba untuk melakukan perundingan dengan kepolisian yang
dipimpin oleh Kepala Dusun Suluk Bongkal Khalifah Ismail, Ketua RW 03 Rasyidin,
Tokoh masyarakat Suluk Bongkal Pongah, Loceng dan beberapa tokoh masyarakat
lainnya yang didampingi oleh Ketua Umum Serikat Tani Riau Riza Zuhelmy.
Perundingan dilakukan dengan pihak kepolisian yang langsung dipimpin oleh Dir.
Reskrim Polda Riau yang didampingi aparat kepolisian lainnya. Awalnya warga
menanyakan tentang operasi yang dilakukan dan surat perintah, namun pihak
kepolisian hanya menjawab ini perintah atasan. Hal yang sangat aneh operasi
yang menggunakan banyak perlengkapan dan dipimpin langsung oleh perwira polri
ini tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya, tidak ada surat perintah resmi
pelaksanaan penggusuran serta tidak ada keputusan pengadilan untuk melakukan
eksekusi ini. Warga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan
tindakan represif karena Dusun tersebut syah merupakan sebuah perkampungan
berdasarkan peta administrasi wilayah Dusun Suluk Bongkal yang ditandatangani
oleh Bupati Bengkalis pada 12 Maret 2007 seluas 4.856 ha (tertuang dalam lembaran
Pemerintahan Kabupaten Bengkalis no. 0817-22 0817-31.0618-54 0616 63).
Selengkapnya...
Nomor : 03/B/EN-LMND/Des-2008
Hal : Press
Release
Lamp
: -
Bukan
Bom Napalm, Tapi Modal, teknologi, dan Sarana Produksi Bagi petani
Tangkap,
adili, dan Hukum Seberat-beratnya Seluruh Personil POLRI yang terlibat Membakar
Rumah-rumah Rakyat
Bekukan
Aktifitas PT. Arara Abadi, Kembalikan Tanah Rakyat !
Hari
kamis ( 18/12/08 ), 2 helikopter
berputar-putar sambil menjatuhkan bom napalm ,
sebuah jenis bom yang dijatuhkan pasukan AS untuk membumihanguskan Vietnam , yang diarahkan
kepada pemukiman penduduk Dusun Solok Bongkal, Desa Beringin, Kec. Pinggir,
Bengkalis, Riau. Dalam sekejap, 700-an rumah warga hangus terbakar, belum lagi
tanah pertanian, alat produksi, dan perabotan yang tak sempat diselamatkan. Bukan
itu, 1000 preman plus 500an aparat bersenjata lengkap dikerahkan untuk
menggempur warga yang ketakutan. Polisi melepaskan tembakan membabi buta yang
bukan saja untuk menakut-nakuti warga, tetapi juga diarahkan kepada warga.
Akibatnya, 2 orang warga terkena tembakan. Ironisnya, seorang bocah bernama
Fitri (2th), yang karena ketakutan, akhirnya tewas terperosok di tanah. Dalam
kejadian ini, sebanyak 200 warga ditahan di polsek Mandau, dan 400-an warga
yang bersembunyi di hutan Kampung dalam, kini dikepung layaknya pemberontak oleh
ratusan polisi ditambah preman. Ternyata, hasil kerjasama POLRI dengan
kemiliteran AS adalah teknik menggukan bom napalm untuk membumi hanguskan
rumah-rumah rakyat.
Selengkapnya...
Pekanbaru-Berdikari
online ( 18/12/08 ). Sudah
beratus-ratus tahun masyarakat Suluk Bongkal mendiami wilayahnya. Tiba-tiba,
tanpa diduga oleh masyarakat, ribuan orang berpakaian preman yang dibantu
polisi menggusur pemukiman mereka. Bukan itu saja, ratusan rumah warga dibakar,
tanah pertanian dan alat-alat produksi dimusnakan. Akibat aksi kekerasan ini,
30 orang warga ditangkap, dan seorang diantaranya adalah pengurus KPP-STR,
sedangkan seorang warga bernama Fitri (2th) tewas karena ketakutan. Aksi penggusuran
ini dipimpin oleh Dir Reskrim Polda Riau, Sdr Alex Mandalika.
Selengkapnya...
PERNYATAAN SIKAP
006/DPP-Papernas/B-II/September/2008
CABUT SK MENTERI KEHUTANAN Nomor 743/Kpts-II/1996 DAN
BEKUKAN AKTIFITAS PERUSAHAAN PT. ARARA ABADI
USUT TUNTAS, TANGKAP, DAN ADILI SEBERAT-BERATNYA PELAKU
PEMBAKARAN RATUSAN RUMAH RAKYAT DI DUSUN SULUK BONGKAL
Hari ini(18/12/08), kurang lebih 1000-an
orang preman suruhan yang dibayar oleh pihak PT. ARARA ABADI dan dipimpin
langsung oleh pihak kepolisian, yaitu direskrim Polda Riau (Alex Mandalika),
melakukan penyerangan, penghancuran dan pembakaran rumah-rumah secara membabi
buta terhadap masyarakat dusun Suluk Bongkal KM 42-47 desa Beringing kec.
Pinggir, Kab. Bengkalis. Penyerangan ini dilakukan dengan dalih bahwa
masyarakat yang ada di dusun tersebut adalah masyarakat pendatang, dan untuk
itu harus di singkirkan dari daerah tersebut, selain itu masyarakat di dusun
tersebut telah dituduh secara sepihak oleh PT.ARARA ABADI bahwa masyarakat
tersebut telah melakukan perambahan hutan milik Negara.
Selengkapnya...
Makasar , Berdikari Online ( 16/12/08 ) : Ratusan mahasiswa yang tergabungdalam Aliansi
Mahasiswa Tolak Badan Hukum Pendidikan (ALARAM) menggelar aksinya di depan
kampus Unhas. Awalnya aksi ini berlansung damai, namun aksi berubah menjadi
panas ketika seorang peserta aksi dipukul oleh anggota Satpam Kampus. Kontan
saja mahasiswa yang sedang menggelar orasi depan kampus marah dan memblokir
satu jalur badan jalan depan kampus. Setelah situasi kembali tenang, mahasiswa
kembali melanjutkan aksinya, sambil menggelar orasi di pinggir jalan.
Selengkapnya...
Nomor : 02/B/EN-LMND/Des-2008
Hal
: Pernyataan Sikap
Lamp
: 1 bundel kronologis
Tolak
Pengesahan RUU BHP; Hentikan Program Swastanisasi Kampus;
Jamin
Pendidikan Gratis dan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat
Pada
hari ini, ratusan mahasiswa Unhas, Makassar , yang menggelar
aksi menolak RUU BHP dan komersialisasi pendidikan direfresi oleh pihak
kepolisian. Kejadian ini terjadi, tatkala ratusan mahasiswa Unhas yang tergabung
dalam Aliansi Mahasiswa Tolak Badan Hukum Pendidikan (ALARAM) menggelar aksinya
di depan pintu I kampus Unhas, jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makasar.
Polisi berdalih, aksi kekerasan ini dilakukan karena mahasiswa mengganggu lalu
lintas di depan kampus. Tapi, disisi lain, pihak polisi sedang membela sebuah
kebijakan neoliberal yang akan menendang orang miskin dari kampus. Akibat aksi
brutal polisi, 6 orang mahasiswa ditangkap, dan puluhan lainnya mengalami
luka-luka.
Selengkapnya...
Jakarta, Berdikari
Online (14/12/08); 500-an
pekerja dari Jakarta, bogor,tangerang, dan bekasi mendeklarasikan pendirian Persatuan Buruh Reformasi (PBR) di aula
gedung Trisula, Ciniki, Jakarta, hari minggu (14/12). Acara tersebut selain
dihadiri ketua Umum PBR dan jajaran DPP PBR, juga dihadiri oleh Risal Ramli. Menurut
Katarina Puji Astuti, ketua panitia, deklarasi Persatuan Buruh Reformasi
dimaksudkan untuk memberikan saluran politik kepada suara-suara rakyat pekerja,
yang selama ini dikucilkan dan dipinggirkan dari panggung politik, melalui
beberapa calon anggota legislatif (Caleg) dari pekerja.
Selengkapnya...
Dona Sorenty Moza, Caleg Partai Bintang Reformasi, PBR, DPRD Lampung Barat via SMS memberitahukan bahwa di Lampung akan dilaksanakan Pertemuan sosialisasi PBR dan sosialisasi caleg PBR. Pertemuan akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, pukul 19.30 di Pekon Fajar Bulan dan Bedeng 1 Kecamatan Waytenong Lambar. Pertemuan bertujuan untuk konsolidasi organisasi PBR dalam rangka memenangkan pemilu 2009. Untuk kejelasan lebih lanjut bisa menghubungi Donna di 081540057149. (ajs)
Reporter : Ulfa Ilyas
Jakarta, 30/10/2008 : Sekitar
80-an Aktivis Buruh, yang tergabung dalam Persatuan Buruh reformasi, melakukan
aksi massa menuntut pembatalan SKB empat menteri di depan Istana Negara, kamis,
30/10/08. Para buruh mememulai aksinya di depan kantor Bank Indonesia (BI), dan
selanjutnya melakukan longmarch ke istana Negara. Aksi buruh tersebut cukuplah
unik, karena ketika hendak menuju Istana Negara, massa aksi melakukan Jalan
dengan cara berjalan mundur, "kami berjalan mundur sampai istana Negara menunjukkan bahwa kehidupan
ekonomi dibawah pemerintahan SBY-JK mengalami kemunduran" Demikian Ungkap Desi Arisanti, Sekjend FNPBI,
kepada berdikari online.
Selengkapnya...
Bali, 29/10/07, berdikari-online: SKB tentang
perubahan pengaturan pengupahan, yang baru saja ditandatangi oleh empat
menteri, tanggal 24 oktober lalu, mulai mendapat penolakan oleh kaum buruh di
berbagai kota di Indonesia, termasuk Bali. Dalam aksinya, 300-an buruh yang
melakukan aksinya di gedung DPRD tingkat I Bali, menilai SKB 4 menteri sebagai
pengalihan beban krisis financial di AS ke pundak buruh Indonesia. Massa aksi,
yang didominasi ibu-ibu dan membawa anaknya, rata-rata merupakan buruh yang
belum mendapatkan upah sesuai dengan U MP.
Selengkapnya...
Visitor Online
Saat ini ada 1 tamu online