Lapak Digusur, Pedagang Melawan; 18 aktifis ditangkap!
Jumat, 10 Oktober 2008

Magelang, Jawa Tengah (09/10/07): Ratusan massa menggelar aksi massa menolak rencana pemkot Magelang yang akan menggusur Ratusan PKL Jalan Mataram, dekat Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jateng, Kamis (9/10). Massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menilai bahwa kebijakan tersebut meminggirkan ratusan orang yang menggantungkan ekonomi keluarganya di daerah tersebut.

Sekitar pkl.04. 30 s/d 10.00, petugas gabungan dari Pemkot Magelang, Pamong Praja dan Polres Magelang menggelar penertiban, dengan mengambil paksa lapak-lapak milik pedagang yang kemudian diangkut paksa kekantor Pemkot. Tindakan Pemkot yang tidak manusiawi ini kontan membuat pedangan marah dan berusaha melakukan perlawanan. Dengan dukungan aktifis SRMI, para pedagang mencoba mempertahankan lapak mereka namun dihalalu oleh petugas.

 

Siang harinya, 400-an massa SRMI melakukan aksi protes dengan melakukan longmarch dari Pasar Rejowinangun menuju kantor Pemkot, untuk melakukan dialog. Akan tetapi, pihak pemkot dan kepolisian justru tidak memperlihatkan itikad baik untuk bernegosiasi, malah memblokir pintu masuk kantor Pemkot dengan portal. Melihat perilaku petugas pedagang akhirnya marah dan melakukan aksi duduk dijalan, sebagai symbol protes. Dengan tiba-tiba, pasukan kepolisian dan Satpol PP dengan membabi buta menyerang massa aksi yang notabene rata-rata ibu-ibu yang sudah lanjut usia. Akibatnya, beberapa ibu-ibu terinjak-injak oleh aparat, beberapa orang terjatuh ke selokan, dan beberapa aktifis dan pedangan yang tertangkap dipukuli, di-injak-injak, dan diseret oleh pihak kepolisian.

 

Sekitar 18 orang aktifis SRMI, beberapa orang caleg, dan pedagang, ditangkap oleh polisi, diantaranya; Agus Priyanto (Esknas LMND dan Caleg DPR-RI dari PBR), Wahyu Sukma Hadi (Ketua SRMI Jateng) dan Pramilo (Ketua SRMI Kota Magelang), Petrus Wijanarko, Paulus Rudi Aryanto, Narji, dan Rohadi. Sampai berita ini diturunkan, masih ada 4 orang aktifis dan pedagang yang ditahan oleh polresta Magelang.

 

Masukkan dukungan dan solidaritas anda ke email ; Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , dan selanjutnya disebar kepada pihak terkait. (Rh)


Quote this article on your site | Dilihat: 353 | Cetak | E-mail

Komentar (2)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 13-10-2008, - IP: 125.164.119.81
 
 
penderitaan rakyat yg sll berulang
Selalu terjadi berulang-ulang penggusuran PKL yang tidak diberikan solusi hanya sekedar asal gusur. Oklah klu memang arahnya untuk ketertiban dan kerapian, namun apa bisa pemerintah memberikan ganti lahan untuk mereka berjualan kembali. Mereka bergantung hidup pada pekerjaannya sebgai PKL. Jangan ngurusi RUU APP, kebijakan ga populis, yang tidak memberikan manfaat buat rakyat. Saya sangat tidak setuju apabila penggusuran dan penertiban PKL dilakukan dengan cara anarkis dan kasar. PKL juga manusia bukan kambing atau sapi yang seenaknya diusir dari tempat mereka cari makan. kambing ma sapi aja diusir kasar ga mau apalgi manusia.
 
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 23-10-2008, - IP: 125.167.114.32
 
 
penderitaan rakyat yg sll berulang
terus berjuang kawan. kami di Gorontalo saat juga melakukan hal yang sama. namun bedanya, di Gorontalo walikota Gorontalo, Adhan Dambea Kombongi, dalam melakukan penggusuran tidak ,melibatkan melainkan preman-preman yang menguasai pasar sentral Kota Gorontalo yang digusur oleh mereka. hari minggu, (19/10) kemarin, ketika kami melakukan aksi damai bersama pedagang malah dicoba dihalangi-halangi. anehnya polisi yang pada waktu itu Wakapolres langsung yang turun hanya asyik menonton preman mengejar kami dengan menggunakan parang. terus berjuang kawan. Bangkitlah kaum miskin kota.
 

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
Saya Tidak Mau Ada Komentar Lain Masuk Email

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >