Persatuan Buruh reformasi : Segera Batalkan SKB Empat menteri!
Kamis, 30 Oktober 2008
Reporter : Ulfa Ilyas
Jakarta, 30/10/2008 : Sekitar
80-an Aktivis Buruh, yang tergabung dalam Persatuan Buruh reformasi, melakukan
aksi massa menuntut pembatalan SKB empat menteri di depan Istana Negara, kamis,
30/10/08. Para buruh mememulai aksinya di depan kantor Bank Indonesia (BI), dan
selanjutnya melakukan longmarch ke istana Negara. Aksi buruh tersebut cukuplah
unik, karena ketika hendak menuju Istana Negara, massa aksi melakukan Jalan
dengan cara berjalan mundur, "kami berjalan mundur sampaiistana Negara menunjukkan bahwa kehidupan
ekonomi dibawah pemerintahan SBY-JK mengalami kemunduran" Demikian Ungkap Desi Arisanti, Sekjend FNPBI,
kepada berdikari online.
Dalam aksinya, para buruh mereka
menuntut kepada pemerintah untuk segera membatalkan Surat Keputusan Bersama
(SKB) yang di tandatangani oleh Empat
Menteri (Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno,
Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu) tentang
penyesuaian upah sesuai dengan kemampuan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi
nasional.
Dominggus Oktavianus, Ketua Front
Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), dalam orasinya, mengatakan, bahwa SKB
yang dikeluarkan oleh pemerintahan SBY-JK merupakan bentuk pengalihan beban
ekonomi krisis, yang menimpa kapitalis dan perusahaan keuangan di wall-street ,
kepada kaum buruh. Akibatnya, tingkat kesejahteraan kaum buruh yang sudah cukup
minim, akhirnya terus digerus dan dipaksa untuk membiayai beban krisis yang
ditimbulkan oleh kapitalis financial di AS.
Menurut dominggus, bahwa kaum
buruh tentu saja tidak menerima kondisi kesejahteraannya, yang sudah sangat minim,
akan terus dipaksa dikurangi oleh pemerintah, sehingga membutuhkan sebuah
persatuan dari seluruh spectrum anti-neoliberal untuk melawan sehebat-hebatnya
SKB tersebut.
Inti dari SKB Empat Menteri
adalah membatasi kenaikan upah (terutama di sector padat karya) tidak lebih
dari pertumbuhan ekonomi, serta membiarkan mekanisme penetapan upah di tentukan
oleh kehendak pasar/bipartite. Alasan tekanan terhadap upah ini adalah untuk
menghindari PHK dalam situasi krisis.
Sedangkan Komaruddin, ketua ISBI,
mengatakan, SKB empat menteri jelas-jelas melanggar konstitusi dan tidak akan
mampu menyelesaikan akar dari krisis, yakni mentalitas korup. Kejadian semacam
ini sudah berulang-ulang, dan selalu menempatkan buruh sebagai wadah yang
menampung beban tersebut.
"kami menolak SKB Empat Menteri
karena jelasbahwa kebijakan itu sangat
menyengsarakan rakyat dan mencekik kaum buruh, pemerintah telah menghianati
rakyat Indonesia", demikian orasi anggota Ikatan Serikat Buruh Indonesia
(ISBI).
Dedi Fauzi, Humas aksi dalam
orasinya, bahwa pemerintah telah lepas tangan dari sector perburuhan, dan hal ini
di buktikan dengan di sahkannya SKB Empat Menteri.
Sebagai solusinya, menurut
persatuan buruh reformasi, diperlukan sebuah benteng yang kuat untuk melindungi
ekonomi nasional dari serbuan dan gempuran neoliberalisme, yaitu kemandirian
ekonomi nasional. Kemandirian ekonomi akan mendorong pengembangan industry nasional
yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan -kebutuhan rakyat.
Sebagaisolusinya, massa Persatuan Buruh Reformasi
menuntut pemerintah agar dengan cepat melakukan langkah-langkah konkrit, yaitu
Menurunkan harga BBM industri dan rumah tangga, menasionalisasi bank asing dan asset-aset
strategis yang dikuasai asing, menaikkan upah buruh, menunda atau penghapusan
utang luar negri dan menghapus tarif ekspor serta meningkatkan tariff impor.