LMND Unhas melakukan aksi menuntut nasionalisasi PT.INCO di depan Kampusnya
Senin, 14 April 2008
Makassar, Berdikari online (14/03/08): 25 orang yang
tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Komisariat Unhas
melakukan aksi massa didepan kampusnya, di pintu I UH, jalan perintis
kemerdekaan km 10, Ujung pandang.
Dalam aksinya, massa LMND UH menuntut supaya perusahaan
pertambangan, termasuk PT.INCO, segera dinasionalisasi untuk kepentingan
kesejahteraan rakyat. Ishak, Ketua Komisariat LMND UH, menyampaikan bahwa sudah
semestinya keuntungan yang besar disektor pertambangan dialihkan untuk
kepentingan rakyat miskin, misalnya dialihkan kepada pendidikan dan kesehatan.
Menurut Ishak, selama ini rakyat tidak pernah merasakan keuntungan real dari
eksploitasi pertambangan kita oleh pihak asing, Justru sebaliknya, rakyat
memperoleh dampak buruk berupa pelanggaran HAM, kerusakan lingkungan, dll.
Dalam aksinya, massa membagi-bagikan
selebaran kepada setiap orang yang keluar-masuk kampus. Selain itu, massa juga membakar
beberapa ban mobil sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah yang lepas
tangan terhadap masalah ini. Aksi berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan. (Rh)
Quote this article on your site | Dilihat: 403 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved
Inspirasi
Presiden (Seharusnya) Tergelitik Film “Laskar Pelangi”
Rabu, 05 November 2008
>> Selengkapnya Wawancara SERBU dengan Sukrisno, Wakil Ketua ISBI (Ikatan Serikat Buruh Indonesia)
Jumat, 26 September 2008
>> Selengkapnya Wawancara SERBU dengan Surya Tjandra (Direktur Eksekutif TURC)
Sabtu, 20 September 2008
>> Selengkapnya Artikel Lain
Edisi Cetak
Sorry, but Javascript is not enabled in your browser!
JSN ImageShow -
Joomla 1.5 extension (component, module) by JoomlaShine.com
Bravo ! PAPERNAS
Dona Sorenty Moza, Caleg Partai Bintang Reformasi, PBR, DPRD Lampung Barat via SMS memberitahukan bahwa di Lampung akan dilaksanakan Pertemuan sosialisasi PBR dan sosialisasi caleg PBR. Pertemuan akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, pukul 19.30 di Pekon Fajar Bulan dan Bedeng 1 Kecamatan Waytenong Lambar. Pertemuan bertujuan untuk konsolidasi organisasi PBR dalam rangka memenangkan pemilu 2009. Untuk kejelasan lebih lanjut bisa menghubungi Donna di 081540057149. (ajs)
Reporter : Ulfa Ilyas
Jakarta, 30/10/2008 : Sekitar
80-an Aktivis Buruh, yang tergabung dalam Persatuan Buruh reformasi, melakukan
aksi massa menuntut pembatalan SKB empat menteri di depan Istana Negara, kamis,
30/10/08. Para buruh mememulai aksinya di depan kantor Bank Indonesia (BI), dan
selanjutnya melakukan longmarch ke istana Negara. Aksi buruh tersebut cukuplah
unik, karena ketika hendak menuju Istana Negara, massa aksi melakukan Jalan
dengan cara berjalan mundur, "kami berjalan mundur sampai istana Negara menunjukkan bahwa kehidupan
ekonomi dibawah pemerintahan SBY-JK mengalami kemunduran" Demikian Ungkap Desi Arisanti, Sekjend FNPBI,
kepada berdikari online.
Selengkapnya...
Bali, 29/10/07, berdikari-online: SKB tentang
perubahan pengaturan pengupahan, yang baru saja ditandatangi oleh empat
menteri, tanggal 24 oktober lalu, mulai mendapat penolakan oleh kaum buruh di
berbagai kota di Indonesia, termasuk Bali. Dalam aksinya, 300-an buruh yang
melakukan aksinya di gedung DPRD tingkat I Bali, menilai SKB 4 menteri sebagai
pengalihan beban krisis financial di AS ke pundak buruh Indonesia. Massa aksi,
yang didominasi ibu-ibu dan membawa anaknya, rata-rata merupakan buruh yang
belum mendapatkan upah sesuai dengan U MP.
Selengkapnya...
Ditengah imperialisme yang berkecamuk, lapangan
kebudayaan merupakan salah satu medan pertempuran yang
tak kalah pentingnya, bahkan sama penting dengan lapangan perjuangan lainnya.
Tak tanggung-tanggung, serangan kebudayaan barat yang berkehendak memperluas
akumulasi profitnya (industri hiburan, entertetaint), serta memandulkan fikiran
rakyat, utamanya kaum muda.
Seni dan politik adalah dua sisi yang tak
terpisahkan. Seni berpolitik adalah bagaimana merespon, mendorong, dan mengubah
realitas agar lebih berpihak kepada keadilan dan demokrasi bagi semua orang.
Sehubungan dengan itu, redaksi Berdikari Online bekerjasama dengan Tim Jaringan
Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), telah melakukan wawancara terhadap dua grup
band, yang menurut kami bisa mewakili kecenderungan "genre" kaum muda, yaitu
Red Flag dan Efek Rumah Kaca (ERK).
Red Fla g merupakan Band Reggae asal lampung. Kelahirannya bukan saja untuk
mendendangkan musik-musik pembebasan, tapi rata-rata personilnya adalah aktifis
jalanan yang terlibat lansung dengan perjuangan massa rakyat;
demonstrasi, pemogokan, rally, dan sebagainya. Red Flag digawangi oleh Dompak
(Depe redflag), sang vokalis yang sudah malang melintang dalam
gerakan rakyat. Dengan musik reggaenya, Red Flag melantungkan lagu-lagu seperti;
Buruh Tani, Fight For Socialism, Tidur Jangan, Darah Juang, dan banyak lagi.
Efek
Rumah Kaca, merupakan grup band muda yang terbentuk tahun 2001
dengan lima orang personil. Awalnya bernama hush.
Pada tahun 2003 personil menyusut menjadi 3 orang ( pianis dan gitaris
mengundurkan diri) dan ganti nama menjadi superego dan ganti lagi menjadi ERK
pada tahun 2003 akhir. Mulai rekaman Agustus 2005. Ikut Kompilasi Paviliun Do
RE Mi dari Paviliun Records dengan lagu melankolia pada Mei 2006. Ikut
Kompilasi Today of Yesterday dari Bad Sector Records dengan lagu Di Udara pada
Juli 2006. Release debut album Self Titled "efek rumah kaca" pada
September 2007. Efek Rumah Kaca memilih untuk melakukan sesuatu: mengangkat tema-tema
yang jarang [atau belum berani?] dikumandangkan band pop. Dengan musik indah. Dan
penulisan lirik yang puitis. Efek Rumah Kaca jelas peka dengan persoalan
sosial, politik, dan ekonomi yang melingkupi bangsa kita saat ini. Silahkan kunjungi
http://www.myspace.com/efekrumahkaca
Berikut
Petikan Wawancara Mereka:
Selengkapnya...
Magelang,
Jawa Tengah (09/10/07): Ratusan massa menggelar aksi massa menolak rencana
pemkot Magelang yang akan menggusur Ratusan PKL Jalan Mataram, dekat Pasar
Rejowinangun Kota Magelang, Jateng, Kamis (9/10). Massa yang tergabung dalam
Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menilai bahwa kebijakan tersebut
meminggirkan ratusan orang yang menggantungkan ekonomi keluarganya di daerah
tersebut.
Selengkapnya...
Jakarta ( 09/10/07 ):
Ratusan orang memadati salah satu ruangan di Hotel Nikko, Jakarta . Mereka umunya datang dari berbagai kelompok
masyarakat; kalangan intelektual, buruh, kaum miskin kota , tani, mahasiswa, dan pengusaha. Dengan
berdesak-desakan, massa tersebut tetap antusias mengikuti acara "deklarasi
Rizal Ramli" untuk mengikuti konvensi Capres Partai Bintang Reformasi (PBR).
Dalam acara tersebut, hadir pula ketua umum PBR, Burzah Sarnubi, dan panita
konvensi capres PBR.
Selengkapnya...
Bandar Lampung, Berdikari—Serikat
Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Lampung, hari ini (17/9) mendatangi Pemerintahan
Kota Bandar Lampung menuntut Penundaan Pengesahan RAPBD Kota Bandar Lampung
2008. Di samping itu SRMI Lampung juga menuntut pembesaran alokasi Anggaran
Kesehatan dan Pendidikan serta Pemangkasan alokasi anggaran yang tidak pro
rakyat. Demikian disampaikan Donna, humas aksi, via sms kepada redaksi berdikari.(ajs)
Jakarta
(14/09/08)-berdikarionline: sekitar 3000 massa
dari Dewan Pimpinan Nasional- Serikat Rakyat Miskin Indonesia
(DPN-SRMI) menggelar aksi massa
di kantor Biro Pusar Statistik (BPS) dan kantor Departemen Sosial (Depsos), di
Jakarta. Massa
yang didominasi ibu-ibu dan membawa serta anaknya ini, mendapat dukungan
solidaritas dari buruh dan mahasiswa, yakni Front Nasional Perjuangan Buruh
Indonesia (FNPBI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Dalam
aksi itu, massa memprotes data yang dikeluarkan BPS mengenai angka kemiskinan
Indonesia, yang jelas-jelas sangat berbeda dengan fakta dilapangan.
Selengkapnya...
Jakarta-Berdikari
Online
(26/07/08): 12 tahun yang lalu, puluhan pemuda mendeklarasikan kelahiran partai
politik baru, yang memiliki garis politik radikal-progressif. Peristiwa itu
telah menjadi salah satu titik perubahan yang melengserkan rejim Orde baru dan
perlahan-lahan memperluas ruang demokrasi. Hari ini (23/05/07) anggota, mantan dan simpatisan Partai
Rakyat Demokratik (PRD) yang tersebar di berbagai partai politik, jawatan pemerintah,
LSM, pekerja sosial, organisasi massa, Serikat Pekerja, dan lain-lain,
melakukan perayaan atas "12 tahun deklarasi"
Partai Rakyat Demokratik (PRD). Acara ini berlansung sangat sederhana di kantor
DPP Papernas, jl. Tebet Dalam II.G nomor 1, Jakarta Selatan.
Selengkapnya...
Front Rakyat Menggugat
Liga
Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Persatuan Pembebasan Nasional
(Papernas), Ikatan Mahasiswa Wera (IMAWER), Ikatan Mahasiswa Ambali (IMAWI),
Persatuan Rakyat Pai (PRP), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI),
Serikat Tani Nasional (STN)
Kronologis Penangkapan Petani di Desa Pai, Kec. Wera,
Kab. Bima
PT. Jagad Mahesa
dan PT. Indomining melakukan penggalian pasir besi dengan berdasarkan SK Bupati
Bima Nomor 406 dan 407 Tahun 2004 lalu. Namun, disinyalir mekanisme perijinan
yang dikelurkan oleh bupati itu bermasalah, karena bertentangan dengan
kepentingan masyarakat dan belum melalui proses AMDAL. Keberadaan PT Indomining
PT. Jagad Mahesa, dan terakhir PT. Lianda Intan Mandiri mengeksploitasi pasir
besi di desa Pai tersebut, telah menyebabkan dampak negatif kepada masyarakat
sekitat, seperti menganggu areal persawahan yang berada di belakang pemukiman
warga, tumpukannya mengganggu pemukiman warga, mengganggu mata pencaharian
nelayan, dan menimbulkan abrasi pantai. Inilah yang menjadi alasan masyarakat
Bima yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menolak tambang galian
tersebut.
Selengkapnya...
Laporan:
Ulfa Ilyas, reporter Berdikari Online
Jakarta-Berdikari Online (10/07/08): Kamis
siang, ratusan rakyat miskin Jakarta
kembali mendatangi kantor pusat ExxonMobil, di Sudirman. Massa yang rata-rata ibu-ibu dan membawa
anaknya ini berasal dari DPW-Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI
Jakarta. Massa
memulai aksinya dari Benhill melakukan longmarch ke depan kantor Exxon. Ketua
SRMI DKI Jakarta, Hendri menyatakan, Indonesia sebenarnya negara yang
cukup kaya raya, berbagai kekayaan alamnya seharusnya cukup untuk memberikan
kesejahteraan pada Rakyat. Akan tetapi, kekayaan alam yang melimpah tidak jatuh
kepada rakyat, justru diserahkan SBY-JK kepada pemilik modal asing, antara lain
ExxonMobil. Karena SBY-JK dan beberapa elit politik, seperti Golkar dan
Demokrat lebih rela menjadi "jongos" bagi kepentingan asing, maka seharunya,
rakyatlah yang harus bergerak dan menuntut nasionalisasi terhadap perusahaan
tambang asing.
Selengkapnya...
Oleh : Ulfa Ilyas
Jakarta , 30/06/2008/ :
Sekitar 80-an orang massa
yang tergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kembali lagi melakukan
aksi ke Exxon Mobil dan gedung DPR. Dalam aksi tersebut mereka menuntut kepada
pemerintah Untuk membatalkan Kenaikan Harga BBM, Nasionalisasi Industri
Pertambangan dan hapuskan Hutang Luar Negeri. Selain itu mereka juga menyerukan
kepada seluruh masyarakat Indonesia
untuk tidak memilih lagi partai politik yang pro terhadap
kepentingan-kepentingan asing dan partai pendukung kenaikan harga BBM dan menentang hak angket;
Pemerintahan SBY-JK ( Golkar dan Demokrat).
Selengkapnya...
Laporan dari Ulfa Ilyas, Jakarta - Kamis, 30 Mei 2008
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar
aksi mogok makan serentak di berbagai kampus di Indonesia dengan menggunakan alat
LMND, Front, atau kampus-kampus untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan
harga BBM. Tuntutan utama aksi mogok makan adalah; Batalkan kenaikan harga BBM;
Nasionalisasi Industri pertambangan asing dan penghapusan Utang Luar Negeri;
tinggalkan elit politik pro-asing (imperialisme); Pemerintahan SBY-JK( Golkar
dan Demokrat). Berikut liputan daerah
untuk sementara;
Jakarta (26/05/08) : di Jakarta, aksi mogok
makan yang di beri nama Persatuan
Mahasiswa Jakarta
(PMJ) dilakukan di tiga kampus, yaitu kampus ISIIP, universitas Mercu Buana,
dan UPI YAI Salemba. aksi mogok makan ini di lakukan sebagai protes mereka
terhadap pemerintahan SBY-JK karena telah menaikkan kebutuhan Harga bahan bakar
Minyak, dimana kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak luas pada
seluruh aktifitas perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan
oleh lapisan masyarakat yang berada di
posisi menengah-kebawah. Dengan kenaikan harga BBM maka akan memicu kenaikan
harga-harga bahan pokok, dimana sebelumnya bahan-bahan pokok telah melonjak
harganya karena krisis pangan dunia. Mereka juga mengatakan, bahwa situasi
industri nasional sangat tergantung pada
pasokan bahan bakar minyak, akibatnya industri nasional kita akan sangat
terpukul dan akan tergilas badai krisis akibat kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut.
Aksi mogok makan tersebut dilakukan oleh 6 orang peserta
selama tiga hari berturut-turut. Rencananya,
jika pemerintah tidak juga mendengarkan aspirasi mereka, maka aksi mogok
makan tersebut akan bertambah lagi waktunya selama enam hari. Mereka meminta
pemerintahan SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM; Turunkan harga-harga sembako, Bebaskan
Aktifis mahasiswa dan rakyat yang
tertangkap saat aksi menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia, Nasionalisasi
Industri pertambangan Asing; Penghapusan Hutang Luar negeri, dan seruan untuk
meninggalkan elit politik pro-asing yaitu pemerintahan SBY-JK (Golkar dan
Demokrat). Nugroho, Koordinator umum Posko Mogok Makan mengatakan bahwa
aksi-aksi serupa akan dilakukan terus-menerus dibeberapa kampus yang sudah
diputuskan oleh teman-teman dari PMJ.
Selengkapnya...
“Padamu Negeri kami
berjanji
Padamu Negeri kami
berbakti..”
(Potongan lagu wajib Padamu Negeri ciptaan: Kusbini yang
dinyanyikan bersama-sama oleh 1000-an massa
Papernas di halaman Gedung GKBI Jakarta)
Berdikari , Jakarta- Untuk kelima kalinya kantor ExxonMobil Jakarta
‘digoyang’ oleh massa
pendukung Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Seribuan massa yang
berasal perwakilan buruh, mahasiswa, dan kaum miskin perkotaan –lengkap dengan
baliho, umbul-umbul, spanduk, poster,
yel-yel, lagu, beserta orasi-orasinya- kembali datang untuk menyemarakkan
suasana ‘jam makan siang’ di halaman Gedung GKBI Jalan Jenderal Sudirman hari
ini (29/04).
Selengkapnya...
Jakarta, Berdikari -Hari Rabu siang (23/04) kantor ExxonMobil di Jalan Jenderal Sudirman didatangi 1500-an massa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Massa yang didominasi
oleh ibu-ibu ini menuntut nasionalisasi Industri industri pertambangan untuk
pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan sembako murah.
Selengkapnya...
Makassar, Berdikari- Sekitar 1100-an massa yang tergabung
dalam Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPW-SRMI) Sulawesi Selatan pada hari Selasa siang (22/04) mendatangi
Kantor PT. INCO di Kota Makassar. Mereka menuntut dinasionalisasinya PT. INCO
demi sembako murah dan pendidikan gratis di Sulawesi Selatan.
Selengkapnya...
Jakarta, Berdikari- Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Papernas, Dita
Indah Sari, memperoleh penghargaan sebagai "salah satu dari sepuluh tokoh
yang paling memberi inspirasi pada perempuan Indonesia ". Acara penghargaan
yang bertajuk "Tribute to Women" digelar pada Selasa malam (22/04) di
Sky Building Plaza Semanggi oleh Kantor Berita Antara.
Selengkapnya...
Siantar-berdikari (21/04/08) : aksi penggusuran
semakin marak di berbagai kota.
Di Kota Siantar, pihak siantar hotel
menggusur paksa pedagang kaki lima
dengan cara meletakkan batu besar di tempat mereka berdagang. Tindakan sewenang-wenang
pihak hotel ditanggapi dengan aksi massa oleh
pedagang kaki lima
yang didukung mahasiswa dan petani siantar.
Selengkapnya...
Bahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi no 5/PUU-V/2007 berikut keluarnya
Perubahan Kedua atas UU 32/2004 tanggal 1 April 2008 maka calon perseorangan
memiliki hak secara hukum dan politik untuk maju dalam pertarungan pilkada di
seluruh Indonesia .
Selengkapnya...
Mataram, Berdikari- Untuk yang kesekian kalinya 200-an
massa JARNAS (Jaringan Rakyat untuk Nasionalisasi) yang merupakan gabungan dari LMND, STN, KP-SRMI, AMSI, PAGER DESA,
melakukan aksi unjuk rasa ( rabu 16 april 2008) untuk menuntut kepada
pemerintah agar segera mengambil alih perusahaan pertambangan yang di miliki
oleh perusahaan transnasional imperialis amerika yaitu PT NNT yang di nilai
tidak memberikan manfaat sedikit pun terhadap kesejahteraan masyarakat NTB dan
Indonesia pada umumnya.
Selengkapnya...
Visitor Online