MayDay 2008: Nasionalisasi Pertambangan Asing
Selasa, 29 April 2008

  “Padamu Negeri kami berjanji

Padamu Negeri kami berbakti..”

 

(Potongan lagu wajib Padamu Negeri ciptaan: Kusbini yang dinyanyikan bersama-sama oleh 1000-an massa Papernas di halaman Gedung GKBI Jakarta)

 

aksi_29_april.jpgBerdikari, Jakarta- Untuk kelima kalinya kantor ExxonMobil Jakarta ‘digoyang’ oleh massa pendukung Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Seribuan massa yang berasal perwakilan buruh, mahasiswa, dan kaum miskin perkotaan –lengkap dengan baliho, umbul-umbul, spanduk, poster,  yel-yel, lagu, beserta orasi-orasinya- kembali datang untuk menyemarakkan suasana ‘jam makan siang’ di halaman Gedung GKBI Jalan Jenderal Sudirman hari ini (29/04).

Sebagai penghormatan bagi kaum buruh sedunia yang akan memperingati MayDay dua hari berselang, diberikanlah kesempatan oleh panitia aksi bagi Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Dominggus Oktavianus untuk memberikan pidato politik pembuka. Dalam pidatonya kali ini, pemuda asal NTT itu menegaskan pentingnya persatuan perjuangan kaum buruh Indonesia untuk menasionalisasi perusahaan pertambangan asing. Selain itu ia juga berbicara tentang Indonesia sebagai bangsa yang besar. Berikut cuplikan pidatonya,

 

“Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang besar. Berbagai syarat untuk menjadi bangsa yang besar, seperti: kekayaan alam yang melimpah dan penduduk yang banyak telah kita miliki. Lalu mengapa sampai saat ini bangsa Indonesia bagaikan bangsa kuli di antara bangsa-bangsa lain? Itu dikarenakan ada satu syarat yang kurang: kita tidak pernah benar-benar memiliki dan memanfaatkan kekayaan alam itu untuk kepentingan seluruh rakyat. Semua kekayaan alam telah digadai begitu saja kepada perusahaan-perusahaan asing selama berpuluh tahun.”

 

Dalam penutup pidatonya, Dominggus kembali menyerukan kepada Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden SBY, untuk segera mengeluarkan Dekrit Nasionalisasi Pertambangan Asing sebagai satu-satunya jalan keluar untuk krisis.

 

Berselang kemudian datanglah giliran Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lalu Hilman Afriandi untuk juga menyumbangkan pidato politiknya sebagai perwakilan mahasiswa. Dalam pidatonya yang cukup singkat, Lalu Hilman menekankan pentingnya menasionalisasi pertambangan untuk mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat.

 

Setelah berbagai orasi politik dari beberapa perwakilan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) diperdengarkan, massa aksi kemudian bergeser ke Istana Negara sesuai jadwal aksi yang telah ditentukan panitia. Puluhan bus berhias bendera dan umbul-umbul pun bergerak dari Jalan Jenderal Sudirman menuju ke Medan Merdeka.

 

Di lokasi aksi dekat lstana Negara akhirnya dapat diperdengarkan pidato politik yang sangat ditunggu-tunggu oleh massa, yaitu dari Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Papernas Dita Indah Sari. Saat itu massa aksi sedang duduk beristirahat sambil makan dan minum.dita.jpg

 

Seperti biasanya, Dita mengawali pidatonya dengan menyapa lembut seluruh elemen massa aksi. Lambat laun retorika seputar Indonesia sebagai bangsa kuli yang berpuluh tahun terhisap mengalir lancar dari mulutnya, nadanya semakin tinggi,

 

“Purnomo Yusgiantoro selaku pimpinan Departemen ESDM dan SBY selaku Presiden Republik Indonesia harus bertanggung jawab karena telah memiskinkan rakyat selama empat tahun ini- menyebabkan rakyat kita menjadi kuli di antara bangsa-bangsa lain. Tangan mereka lah yang telah membubuhkan tanda tangan pada seluruh kontrak pertambangan yang merugikan Indonesia.

 

Kekayaan alam pertambangan adalah titipan Tuhan untuk rakyat. Apa hak mereka berdua menggadaikannya kepada kepentingan asing!?  Mereka tidak berhak. Oleh karena itulah ibu-ibu dan bapak-bapak, jangan pernah lagi mencoblos SBY pada pemilu tahun 2009! Kita ingin Presiden Baru, Partai Baru, dan Haluan Ekonomi Baru di 2009!”

 

Seruan tersebut segera disambut oleh riuh rendah dan tepuk tangan massa aksi. Sebagian massa yang tadinya duduk pun akhirnya berdiri akibat terbawa oleh suasana yang gegap gempita.

 

Ibu satu anak yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini juga menjelaskan kepada massa aksi tentang pentingnya memanfaatkan momen calon perseorangan dalam pilkada ke depan demi menempatkan pemimpin-pemimpin yang berasal langsung dari rakyat, terutama kalangan rakyat miskin.

 

Sebelum dibubarkan, acara sempat diisi oleh aksi teaterikal yang dipersembahkan oleh perwakilan LMND, SRMI, dan FNPBI wilayah Jakarta serta dua pidato politik penting dari Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Yudi Budi Wibowo dan Sekretaris Jenderal DPP Papernas Harris Sitorus.

 

Yudi menekankan pentingnya menasionalisasi pertambangan asing, terutama yang menguasai kekayaan gas alam nasional, demi membangun industrialisasi pertanian.

 

Sedangkan Harris Sitorus lebih menekankan soal pemgembalian martabat bangsa Indonesia dengan melakukan nasionalisasi atas perusahaan pertambangan asing.rizky.jpg

 

“Kita ini bangsa yang besar karena rakyatnya banyak, wilayahnya luas, juga kekayaan alam yang melimpah. Namun saat ini kita seperti tidak memiliki martabat saja. Kita semua ini seperti budak saja layaknya di hadapan bangsa asing! Ini semua tak lain disebabkan oleh ‘londo-londo ireng’ (red: komprador) itu.” (Sambil tangannya menunjuk ke arah Istana Negara)

 

Sebelum menutup pidatonya, sejalan dengan Dita, Harris secara lebih spesifik menyerukan agar seluruh masyarakat miskin yang tergabung di SRMI mulai berani mengambil kepemimpinan di lingkungannya berada.

 

“Ibu-ibu dan bapak-bapak sudah harus berani memimpin warganya masing-masing. Kepemimpinan mulai dari setingkat RT, RW, Lurah, sampai Camat harus kita rebut! Kita akan tunjukkan bagaimana cara kita, SRMI, memimpin rakyat. Karena tidak tertutup kemungkinan, ke depannya Marlo Sitompul yang akan memimpin Jakarta atau Dita Indah Sari yang akan memimpin bangsa.” 

 

Sudah saatnya rakyat miskin bangkit merebut kepemimpinan bangsa ini. (Gs)


Quote this article on your site | Dilihat: 947 | Cetak | E-mail

Komentar (5)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 30-04-2008, - IP: 167.205.22.104
 
 
1 Mei 2008
salam perjuangan... 
 
saat ini adalah satu kepastian sejati bahwa sampai saat ini kapitalisme yang selalu mengumbar janji manisnya...akan tetap menuai api perlawanan rakyat miskin dimana-mana.... 
 
itu juga termasuk PAPERNAS sebagai satu partai rakyat miskin yang lahir dari benih-benih suci anak negeri yang rindu akan hidup memberikan satu perspektif bahwa Bangsa kita akan bisa bangkit kalo :"hapuskan hutang,nasionalisasi industri pertambangan dan bangun industri nasional... 
 
maju terus untuk kemenangan rakyat sejati...HIDUP INTERNASIONALE SEJATI....menuju SOSIALISME SEJATI
 
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 12-05-2008, - IP: 118.137.198.238
 
 
hidup STN ! Hidup PAPERNAS !
Nasionalisasi pertambangan asing oleh dan untuk rakyat miskin! sadar, bersatu, perluas dan bangun kedaulatan dan kemadirian rakyat miskin wahai kawan2 PAPERNAS!
 
3. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 12-05-2008, - IP: 125.163.249.100
 
 
demokrasi politik dan demokrasi ekonomik
Salam, Kawan2! 
 
Saya percaya, bangsa kita bukan hanya butuh demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi. Demokrasi politik tanpa demokrasi ekonomik membuat negara dengan aparatus birokratis dan aparatus bersenjatanya sekadar penjaga kepentingan Modal. Demokrasi politik baru benar-benar kita alami sebagai demokrasi manakala kepemilikan, akses, dan kontrol terhadap alat-alat produksi massal benar-benar demokratis, ada di tangan massa pekerja. Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan Revolusi Agustus 1945 baru akan mencapai tujuan sejatinya bila kekuasaan politik dan ekonomi sudah benar-benar berada di tangan klas pekerja! Ayo, Kawan, ever onward never retreat! Biarlah May Day terus mengobarkan jiwa kita untuk suatu jalan baru bagi Republik Indonesia!
 
4. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 17-05-2008, - IP: 125.163.77.45
 
 
Kibarkan Benderamu!
Ass.Wr.wb 
salam pembebasan! 
sekali lagi, perjuangan kita masih panjang untuk melakukakan sebuah perubahan bagi rakyat indonesia.kita jangan menyerah, kibarkan benderamu, kepalkan tanganmu,langkahkan kakimu,suarakan tuntutanmu demi menembus hati nurani rakyat mu.
 
5. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya pd 07-07-2008, - IP: 124.81.82.71
 
 
maju teruzz...
maju terus pantang mundur..!!!
 

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
Saya Tidak Mau Ada Komentar Lain Masuk Email

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >