Liputan Aksi Mogok Makan LMND dan FRM di Berbagai Daerah
Senin, 02 Juni 2008

 

Laporan dari Ulfa Ilyas, Jakarta - Kamis, 30 Mei 2008

 
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi mogok makan serentak di berbagai kampus di Indonesia dengan menggunakan alat LMND, Front, atau kampus-kampus untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Tuntutan utama aksi mogok makan adalah; Batalkan kenaikan harga BBM; Nasionalisasi Industri pertambangan asing dan penghapusan Utang Luar Negeri; tinggalkan elit politik pro-asing (imperialisme); Pemerintahan SBY-JK( Golkar dan Demokrat).  Berikut liputan daerah untuk sementara;

 

mogok_makan_600_x_450.jpgJakarta (26/05/08) : di Jakarta, aksi mogok makan yang di beri nama Persatuan  Mahasiswa Jakarta (PMJ) dilakukan di tiga kampus, yaitu kampus ISIIP, universitas Mercu Buana, dan UPI YAI Salemba. aksi mogok makan ini di lakukan sebagai protes mereka terhadap pemerintahan SBY-JK karena telah menaikkan kebutuhan Harga bahan bakar Minyak, dimana kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak luas pada seluruh aktifitas perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan oleh  lapisan masyarakat yang berada di posisi menengah-kebawah.  Dengan  kenaikan harga BBM maka akan memicu kenaikan harga-harga bahan pokok, dimana sebelumnya bahan-bahan pokok telah melonjak harganya karena krisis pangan dunia. Mereka juga mengatakan, bahwa situasi industri nasional  sangat tergantung pada pasokan bahan bakar minyak, akibatnya industri nasional kita akan sangat terpukul dan akan tergilas badai krisis akibat kenaikan harga  bahan bakar minyak tersebut.

 

Aksi mogok makan tersebut dilakukan oleh 6 orang peserta selama tiga hari berturut-turut. Rencananya,  jika pemerintah tidak juga mendengarkan aspirasi mereka, maka aksi mogok makan tersebut akan bertambah lagi waktunya selama enam hari. Mereka meminta pemerintahan SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM;  Turunkan harga-harga sembako, Bebaskan Aktifis  mahasiswa dan rakyat yang tertangkap saat aksi menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia, Nasionalisasi Industri pertambangan Asing; Penghapusan Hutang Luar negeri, dan seruan untuk meninggalkan elit politik pro-asing yaitu pemerintahan SBY-JK (Golkar dan Demokrat). Nugroho, Koordinator umum Posko Mogok Makan mengatakan bahwa aksi-aksi serupa akan dilakukan terus-menerus dibeberapa kampus yang sudah diputuskan oleh teman-teman dari PMJ.

 


Bandar Lampung (26/05/2008) : Kebijakan pemerintah dalam menaikkan Bahan bakar minyak mendapat penolakan hampir di seluruh masyarakat dan mahasiswa diberbagai daerah. Di lampung, sekitar 10-an orang peserta aksi mogok makan yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) melakukan aksi Mogok makan di  kampus UNILA (Universitas Bandar Lampung). Front Rakyat Menggugat ini terdiri dari LMND, SRMI, SEMA-LAMBAR, STN, UKMBS-UBL, FORDIMA-UBL. 

 

Aksi mogok makan tersebut rencananya dilakukan selama seminggu.  Mereka mengatakan bahwa mereka akan tetap melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kenaikan harga minyak. Memasuki hari ketiga aksi mogok makan, salah satu peserta yang bernama Dony dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) terpaksa dilarikan kerumah sakit, karena kondisinya semakin lemah dan terjatuh, selain itu juga donny menderita dehidrasi akibat mogok makan yang dilakukan tersebut.

 

Menurut Dona Sorentimosa, Aksi mogok makan akan digelar selama seminggu dan jika belum ada respon dari pemerintahan SBY-JK akan ditambah dan kemungkinan akan dibuka posko serupa di kampus UBL Bandar Lampung.

 

Makassar (26/05/08): Sekitar 100-an massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk demokrasi Melakukan Aksi di depan kampus Unhas. Aksi ini merupakan prakondisi sebelum mereka akan melakukan aksi mogok makan selama seminggu. Aksi mogok makan digelar tepat di Pintu I Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Aksi mogok makan ini di ikuti oleh 20 orang dengan memasang plester hitam di mulutnya. Menurut koordinator lapangan, Babra kamal, mereka akan tetap bertahan selama seminggu sampai pemerintah tergugah dengan penderitaan yang dialami oleh rakyat. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada pemerintah SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM, nasionalisasi Industri Pertambangan Asing, Hapuskan Hutang Luar Negri dan Industrialisasi Nasional.

 

Memasuki hari kedua dalam aksi mogok makan tersebut terpaksa dibubarkan, karena di tempat yang sama telah terjadi aksi bentrok antara aparat kepolisian dengan Aliansi Mahasiswa Universitas Hasanuddin menolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak (AMUK).

 

Labuhan Batu (26/05/08) : Aksi-aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak di daerah-daerah semakin meluas. Di Labuhan batu, sekitar 10-an mahasiswa yang mengatas namakan Liga mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melakukan aksi Mogok makan. disamping itu, beberapa orang dari mahasiswa Universitas Labuhan Batu (ULB) dan UNISLA  juga ikut serta dalam aksi mogok makan tersebut. Rencananya, aksi mogok makan tersebut akan berlangsung hingga 1 juni 2008 mendatang.

 

 

Siantar (28/05/08):  Sebagai rangkaian aksi menentang kenaikan harga BBM di berbagai daerah, di Siantar, beberapa aktifis LMND dan STN menggelar aksi mogok makan menuntut pemerintah segera membatalkan kenaikan harga BBM. Aksi mogok digelar sejak Rabu (28/05/08) di ikuti oleh Reinhard Sinaga (LMND, Adven Nainggolan (LMND), Fransiskus Silalahi (STN),dan Tyson (LMND). Mereka membangun tenda dan posko di depan kampus Universitas  Siantar(USI). Menjelang hari ketiga, ketiga peserta mogok makan mulai tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. Menurut Reinhard, aktifis LMND menyatakan bahwa aksi mereka akan terus dilanjutkan hingga pemerintah memberikan respon dan membatalkan kenaikan harga BBM. Hingga berita ini diturunkan, ketiga aktifis yang melakukan aksi mogok makan sedang dirawat di rumah sakit akibat kekurangan cairan tubuh dan kondisi fisik yang sudah sangat lemah.

 

Semarang (27/05/08) :  Puluhan mahasiswa, buruh dan kaum miskin kota yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menggelar aksi mogok makan didepan kampus Undip, Semarang. Aksi ini merupakan bentuk protes atas keputusan pemerintah tetap bersikukuh menaikkan harga BBM.

 

Mereka yang mogok makan terdiri atas empat orang dari Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan tiga orang dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Mereka adalah Rahmat Sutopo (LMND), Lukman Hakim (LMND), Hengki. F. Matan (LMND), Rony Nakiaya, Wahyu Sukmahadi, Ari Setiawan, Edi Sutikno. Masing-masing menutup mulutnya dengan lakban hitam. Hari kedua, Rahmat Sutopo dilarikan ke rumah sakit karena fisiknya yang drop. Ketika ada peserta yang jatuh, bukannya menurunkan semangat malah menambah semangat yang lain. Hal ini di buktikan dengan bergabungnya tiga orang, yaitu : Adityo Kurniawan, Triya Siswandi dan Frans Mohede.

 

Menurut Maman Darmawan, kemungkinan hari minggu besok (1/06/08) ada tambahan dua orang peserta mogok makan lagi. Menurutnya, aksi ini akan terus berlangsung hingga bulan Juni mendatang.

 

Salatiga (29/05/08) : 8 mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi (LMND) dan Komunitas Anak Jalanan Salatiga (GERAM) melakukan aksi mogok makan di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana, jl. Diponegoro.

 

Kedelapan mahasiswa yang melakukan mogok makan yakni Reyza Budi Krisna Wardana (20) dari Fakultas Teknologi Informatika sekaligus koordinator aksi, Wawan (20) dari Fakultas Pendidikan, Asnafri (20) dari Fakultas Theologi, Joko (26) dan Santo (20) dari komunitas anak jalanan 'Geram', Thomas (20) dari Fakultas Pendidikan dan Martin (20) dari Fakultas Ekonomi.

 

Menurut  Reyza Budi Krisna Wardana, Koordinator Aksi Mogok Makan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah karena telah menaikkan harga BBM, padahal masih begitu banyak solusi lain yang bisa di lakukan oleh pemerintah selain menaikkan harga BBM, yaitu : Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing dan Hapuskan Hutang Luar Negri.

 

Palembang (26/05/08) : Perlawanan mahasiswa di kota Palembang terhadap kenaikan harga BBM berlangsung di kampus IAIN Raden Fatah, jalan jenderal Sudirman. 20-an orang mahasiswa menggelar aksi mogok makan tepat di pinggir lapangan Sepakbola kampus IAIN tersebut. Aksi ini diikuti oleh Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) dan Front Mahasiswa Menggugat (Frabam). Sebelum memulai aksinya, mereka telah menyebarkan undangan ke kampus-kampus seperti UNSRI, PGRI, UMP dan Bina Darma untuk bersama-sama terlibat dalam aksi mogok makan. Hingga hari ketiga ini, sudah ada tiga peserta aksi mogok makan yang mengalami sakit. salah satunya, hari ini peserta yang bernama Venus Jupiter menderita kekurangan cairan dan konsumsi makanan, akhirnya jatuh pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit.

 

Dalam aksi ini mereka menuntut kepada pemerintah untuk segera membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak, karena sangat menyengsarakan rakyat, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menurunkan harga sembako. Selain itu, mereka menilai pemerintah gagal dalam mewujudkan ketahanan energi. Penyebabnya, tidak adanya kemandirian ekonomi dan politik dari pemerintahan SBY-JK dalam pengelolaan migas di Indonesia.

 

Surabaya (26/05/08) : Aksi penentangan kenaikan harga BBM di kota Surabaya cukup menarik. Sekitar 50-an anggota LMND dan Sekumpulan mahasiswa 2007 (Semuut) yang tergabung dalam "Rakyat Menggugat" melakukan aksi keliling kota menggunakan sepeda pancal untuk mensosialisasikan penentangan kenaikan harga BBM kepada rakyat miskin. Setelah selesai aksi keliling kota, mereka menggelar aksi mogok makan di depan Pintu kampus UNAIR. Tema Aksi tersebut adalah  "TINGGALKAN PEMERINTAHAN PRO-ASING".  

 

Aksi mogok makan ini diikuti oleh  Agustinus (pengamen), Aditya Prasetya (pelajar), Ganang Aditya (Semuut), Firman Dwi K (Semuut), Asadur rohman (Semuut), ernest Fajar (Semuut), Alan Darmawan (Semuut), veri gustomi (LMND), Enjang satrio (LMND), Gayuh Dwi N (LMND). Rencananya aksi mogok makan tersebut akan berlangsung sampai hari sabtu, 31 mei 2008 mendatang.

 

Palu - Sulawesi tengah (26/05/08) : Aksi mogok makan yang dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) di depan kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi Tengah, di ikuti oleh 8 mahasiswa yaitu Purwadi, Asman, Ton, Sherina, Enal, Sahlan, Jhein dan Faisal. Aksi tersebut dilakukan sebagai protes mereka terhadap pemerintah yang telah menaikkan harga BBM tanpa memperhatikan kondisi rakyat Indonesia yang semakin miskin dan sengsara. Rencananya, aksi mogok makan tersebut akan terus berlangsung sampai tanggal 1 juni mendatang.

 

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak, turunkan harga sembako, nasionaliasi industri pertambangan asing yang ada di indonesia, hapuskan hutang luar negri, serta membuka industri nasional yang bisa memberikan peluang kerja bagi rakyat.

 

Kendati hanya melakukan aksi mogok makan, aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari kepolisian karena semakin banyak mahasiswa yang datang bersolidaritas. Hari kedua, dua orang peserta mogok makan yang fisiknya melemah dilarikan ke Rumah Sakit yakni Purwadi dan Syahlan dilarikan kerumah sakit Undata, Palu. Albar, Koordinator Mogok Makan menyatakan, aksi mereka akan bertambah besar dengan adanya peserta lain untuk mogok makan, jika pemerintah tidak memperhatikan tuntutan mahasiswa untuk membatalkan kenaikan harga BBM.

 

Memasuki hari ketiga (29/05/08), aksi mogok makan diramaikan dengan kedatangan mahasiswa dari Aliansi BEM se kota Palu yang mendatangi DPRD untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Aksi yang berjalan damai, tiba-tiba diserang oleh aparat kepolisian yang memukuli dan menangkapi beberapa orang mahasiswa. Aksi saling kejar-kejaran terjadi dan beberapa polisi memukuli wartawan yang mencoba mengambil gambar kejadian tersebut. Albar, Koordinator mogok makan yang juga memimpin aksi itu ditangkap oleh polisi.

 

Kudus (30/05/08) : Aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak terus berlangsung di berbagai daerah-daerah. Di kudus,  aksi penolakan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat (AMAR) melakukan aksi Mogok makan di lapangan Alun-alun Simpangtujuh, aksi tersebut diikuti oleh tiga orang peserta. Rencananya aksi tersebut akan dilakukan selama empat hari dan akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang lain, diantaranya Sholat Mayat yang akan dilakukan di alun-alun Kudus, mimbar bebas, diskusi umum dan sampai  membagi-bagikan nasi bungkus kepada sebagian para sopir angkot dan tukang becak.

 

Dari informasi yang kami dapatkan, Mustafid, koordinator aksi mogok makan,"bahwa aksi mogok makan merupakan bentuk penolakan mereka terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak yang sangat menyengsarakan rakyat".  Selain itu mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bukan BLT (Bantuan Langsung Tunai), menurunkan harga kebutuhan pokok, menuntaskan dan memenuhi tuntutan reformasi, menyita aset koruptor, dan nasionalisasi aset asing dan pertambangan untuk kesejahteraan rakyat.

 

 

Pekanbaru (30/05/08) : bentuk penolakan kenaikan harga BBM dengan cara mogok makan juga terjadi di Pekanbaru. Aksi digelar di Bina Widya, UNRI di Panam, Pekanbaru, jum,at (30/05). Mereka yang mogok makan adalah Harlen Gersang, Mukhrianur (Mahasiswa Sekolah Tinggi Informasi), Vina (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim), dan Nana (Mahasiswa Stephen Komputer). Mahasiswa menggelar posko dan beberapa spanduk bertuliskan "Batalkan kenaikan BBM; Nasionalisasi industri pertambangan dan penghapusan utang luar negeri", dan "Tinggalkan elit politik pro -asing (imperialisme); pemerintahan SBY-JK (Golkar dan Demokrat)".

 

Menurut Billy Saputra, Koordinator aksi mogok makan yang juga merupakan ketua Serikat Mahasiswa Riau (SEMAR) menyatakan aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintahan SBY-JK yang tetap menaikkan harga BBM. Kebijakan itu akan memberikan multifier effect atas beban penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat selain kenaikan harga sembako dan jatuhnya daya beli. Billy menyerukan kepada seluruh gerakan mahasiswa se Riau dan seluruh Indonesia untuk membangun persatuan menghadapi elit politik pro asing yang menjadi kaki tangan imperialisme di Indonesia.

Aksi mogok makan ini mendapat solidaritas dan dukungan dari sesama mahasiswa, masyarakat dan anggota DPRD. Seorang anggota DPRD dari partai PDK mengunjungi posko dan berdiskusi dengan mahasiswa tentang kenaikan BBM.

 

Menjelang dini hari (31/05), pukul 01.30 WIB, peserta mogok makan mulai bertumbangan akibat kondisi tubuh yang semakin ngedrop. Nana, mahasiswi yang ikut mogok makan dilarikan ke RS. Beberapa menit kemudian, 3 peserta mogok makan lainnya juga dilarikan kerumah sakit karena kondisi fisik yang sudah sangat lemah. Menurut Billy, cepatnya peserta mogok makan tumbang karena sejak awal mereka tidak mengkonsumsi apapun kecuali minum air.

 

 

 

 

 

 


Quote this article on your site | Dilihat: 666 | Cetak | E-mail

Isi Komentar
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
Saya Tidak Mau Ada Komentar Lain Masuk Email

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
JSN ImageShow - Joomla 1.5 extension (component, module) by JoomlaShine.com

Bravo ! PAPERNAS

Sosialisasi PBR dan Caleg PBR Lampung

 

 

Dona Sorenty Moza, Caleg Partai Bintang Reformasi, PBR, DPRD Lampung Barat via SMS memberitahukan bahwa di Lampung akan dilaksanakan Pertemuan sosialisasi PBR dan sosialisasi caleg PBR. Pertemuan akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, pukul 19.30 di Pekon Fajar Bulan dan Bedeng 1 Kecamatan Waytenong Lambar. Pertemuan bertujuan untuk konsolidasi organisasi PBR dalam rangka memenangkan pemilu 2009. Untuk kejelasan lebih lanjut bisa menghubungi Donna di 081540057149. (ajs)

 
Persatuan Buruh reformasi : Segera Batalkan SKB Empat menteri!

Reporter : Ulfa Ilyas

di ambil dari OkezoneJakarta, 30/10/2008 : Sekitar 80-an Aktivis Buruh, yang tergabung dalam Persatuan Buruh reformasi, melakukan aksi massa menuntut pembatalan SKB empat menteri di depan Istana Negara, kamis, 30/10/08. Para buruh mememulai aksinya di depan kantor Bank Indonesia (BI), dan selanjutnya melakukan longmarch ke istana Negara. Aksi buruh tersebut cukuplah unik, karena ketika hendak menuju Istana Negara, massa aksi melakukan Jalan dengan cara berjalan mundur, "kami berjalan mundur sampai  istana Negara menunjukkan bahwa kehidupan ekonomi dibawah pemerintahan SBY-JK mengalami kemunduran"  Demikian Ungkap Desi Arisanti, Sekjend FNPBI, kepada berdikari online.

Selengkapnya...
 
FNPBI Kota Bali Menolak SKB empat Menteri

Bali, 29/10/07, berdikari-online: SKB tentang perubahan pengaturan pengupahan, yang baru saja ditandatangi oleh empat menteri, tanggal 24 oktober lalu, mulai mendapat penolakan oleh kaum buruh di berbagai kota di Indonesia, termasuk Bali. Dalam aksinya, 300-an buruh yang melakukan aksinya di gedung DPRD tingkat I Bali, menilai SKB 4 menteri sebagai pengalihan beban krisis financial di AS ke pundak buruh Indonesia. Massa aksi, yang didominasi ibu-ibu dan membawa anaknya, rata-rata merupakan buruh yang belum mendapatkan upah sesuai dengan UMP.

Selengkapnya...
 
Wawancara Dengan Red Flag dan Efek Rumah Kaca

posisi.jpgDitengah imperialisme yang berkecamuk, lapangan kebudayaan merupakan salah satu medan pertempuran yang tak kalah pentingnya, bahkan sama penting dengan lapangan perjuangan lainnya. Tak tanggung-tanggung, serangan kebudayaan barat yang berkehendak memperluas akumulasi profitnya (industri hiburan, entertetaint), serta memandulkan fikiran rakyat, utamanya kaum muda.

 

Seni dan politik adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Seni berpolitik adalah bagaimana merespon, mendorong, dan mengubah realitas agar lebih berpihak kepada keadilan dan demokrasi bagi semua orang. Sehubungan dengan itu, redaksi Berdikari Online bekerjasama dengan Tim Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), telah melakukan wawancara terhadap dua grup band, yang menurut kami bisa mewakili kecenderungan "genre" kaum muda, yaitu Red Flag dan Efek Rumah Kaca (ERK).

 

Red Flag merupakan Band Reggae asal lampung. Kelahirannya bukan saja untuk mendendangkan musik-musik pembebasan, tapi rata-rata personilnya adalah aktifis jalanan yang terlibat lansung dengan perjuangan massa rakyat; demonstrasi, pemogokan, rally, dan sebagainya. Red Flag digawangi oleh Dompak (Depe redflag), sang vokalis yang sudah malang melintang dalam gerakan rakyat. Dengan musik reggaenya, Red Flag melantungkan lagu-lagu seperti; Buruh Tani, Fight For Socialism, Tidur Jangan, Darah Juang, dan banyak lagi. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Efek Rumah Kaca, merupakan grup band muda yang terbentuk tahun 2001 dengan lima orang personil. Awalnya bernama hush. Pada tahun 2003 personil menyusut menjadi 3 orang ( pianis dan gitaris mengundurkan diri) dan ganti nama menjadi superego dan ganti lagi menjadi ERK pada tahun 2003 akhir. Mulai rekaman Agustus 2005. Ikut Kompilasi Paviliun Do RE Mi dari Paviliun Records dengan lagu melankolia pada Mei 2006. Ikut Kompilasi Today of Yesterday dari Bad Sector Records dengan lagu Di Udara pada Juli 2006. Release debut album Self Titled "efek rumah kaca" pada September 2007. Efek Rumah Kaca memilih untuk melakukan sesuatu: mengangkat tema-tema yang jarang [atau belum berani?] dikumandangkan band pop. Dengan musik indah. Dan penulisan lirik yang puitis. Efek Rumah Kaca jelas peka dengan persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang melingkupi bangsa kita saat ini. Silahkan kunjungi http://www.myspace.com/efekrumahkaca

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Petikan Wawancara Mereka:

Selengkapnya...
 
Lapak Digusur, Pedagang Melawan; 18 aktifis ditangkap!

Magelang, Jawa Tengah (09/10/07): Ratusan massa menggelar aksi massa menolak rencana pemkot Magelang yang akan menggusur Ratusan PKL Jalan Mataram, dekat Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jateng, Kamis (9/10). Massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menilai bahwa kebijakan tersebut meminggirkan ratusan orang yang menggantungkan ekonomi keluarganya di daerah tersebut.

Selengkapnya...
 
Rizal Ramli Mengagas Kepemimpin Politik Alternatif dan Haluan Ekonomi Baru di Konvensi Capres PBR
Jakarta (09/10/07): Ratusan orang memadati salah satu ruangan di Hotel Nikko, Jakarta. Mereka umunya datang dari berbagai kelompok masyarakat; kalangan intelektual, buruh, kaum miskin kota, tani, mahasiswa, dan pengusaha. Dengan berdesak-desakan, massa tersebut tetap antusias mengikuti acara "deklarasi Rizal Ramli" untuk mengikuti konvensi Capres Partai Bintang Reformasi (PBR). Dalam acara tersebut, hadir pula ketua umum PBR, Burzah Sarnubi, dan panita konvensi capres PBR.
Selengkapnya...
 
SRMI Bandar Lampung: “Tunda Pengesahan RAPBD Kota Bandar Lampung”

 

Bandar Lampung, Berdikari—Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Lampung, hari ini (17/9) mendatangi Pemerintahan Kota Bandar Lampung menuntut Penundaan Pengesahan RAPBD Kota Bandar Lampung 2008. Di samping itu SRMI Lampung juga menuntut pembesaran alokasi Anggaran Kesehatan dan Pendidikan serta Pemangkasan alokasi anggaran yang tidak pro rakyat. Demikian disampaikan Donna, humas aksi, via sms kepada redaksi  berdikari.(ajs)

 
Angka Kemiskinan di Manipulasi, Rakyat Miskin Datangi BPS

Jakarta (14/09/08)-berdikarionline: sekitar 3000 massa dari Dewan Pimpinan Nasional- Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPN-SRMI) menggelar aksi massa di kantor Biro Pusar Statistik (BPS) dan kantor Departemen Sosial (Depsos), di Jakarta. Massa yang didominasi ibu-ibu dan membawa serta anaknya ini, mendapat dukungan solidaritas dari buruh dan mahasiswa, yakni Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Dalam aksi itu, massa memprotes data yang dikeluarkan BPS mengenai angka kemiskinan Indonesia, yang jelas-jelas sangat berbeda dengan fakta dilapangan.


Selengkapnya...
 
Ultah "12 tahun Deklarasi PRD": Persatuan dan Perjuangan Bersama Merebut Kekuasaan
Jakarta-Berdikari Online (26/07/08): 12 tahun yang lalu, puluhan pemuda mendeklarasikan kelahiran partai politik baru, yang memiliki garis politik radikal-progressif. Peristiwa itu telah menjadi salah satu titik perubahan yang melengserkan rejim Orde baru dan perlahan-lahan memperluas ruang demokrasi. Hari ini (23/05/07)  anggota, mantan dan simpatisan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang tersebar di berbagai partai politik, jawatan pemerintah, LSM, pekerja sosial, organisasi massa, Serikat Pekerja, dan lain-lain, melakukan perayaan atas "12 tahun deklarasi" Partai Rakyat Demokratik (PRD). Acara ini berlansung sangat sederhana di kantor DPP Papernas, jl. Tebet Dalam II.G nomor 1, Jakarta Selatan.

 

 


Selengkapnya...
 
Kronologi Aksi FRM Bima Menolak Tambang Pasir Besi PT Indomining.

Front Rakyat Menggugat

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas), Ikatan Mahasiswa Wera (IMAWER), Ikatan Mahasiswa Ambali (IMAWI), Persatuan Rakyat Pai (PRP), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Tani Nasional (STN)

 

Kronologis Penangkapan Petani di Desa Pai, Kec. Wera, Kab. Bima

 

PT. Jagad Mahesa dan PT. Indomining melakukan penggalian pasir besi dengan berdasarkan SK Bupati Bima Nomor 406 dan 407 Tahun 2004 lalu. Namun, disinyalir mekanisme perijinan yang dikelurkan oleh bupati itu bermasalah, karena bertentangan dengan kepentingan masyarakat dan belum melalui proses AMDAL. Keberadaan PT Indomining PT. Jagad Mahesa, dan terakhir PT. Lianda Intan Mandiri mengeksploitasi pasir besi di desa Pai tersebut, telah menyebabkan dampak negatif kepada masyarakat sekitat, seperti menganggu areal persawahan yang berada di belakang pemukiman warga, tumpukannya mengganggu pemukiman warga, mengganggu mata pencaharian nelayan, dan menimbulkan abrasi pantai. Inilah yang menjadi alasan masyarakat Bima yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menolak tambang galian tersebut.

 

Selengkapnya...
 
KPK dan ExxonMobil didemo Rakyat Miskin


Laporan: Ulfa Ilyas, reporter Berdikari Online

 

Jakarta-Berdikari Online (10/07/08): Kamis siang, ratusan rakyat miskin Jakarta kembali mendatangi kantor pusat ExxonMobil, di Sudirman. Massa yang rata-rata ibu-ibu dan membawa anaknya ini berasal dari DPW-Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI Jakarta. Massa memulai aksinya dari Benhill melakukan longmarch ke depan kantor Exxon. Ketua SRMI DKI Jakarta, Hendri menyatakan, Indonesia sebenarnya negara yang cukup kaya raya, berbagai kekayaan alamnya seharusnya cukup untuk memberikan kesejahteraan pada Rakyat. Akan tetapi, kekayaan alam yang melimpah tidak jatuh kepada rakyat, justru diserahkan SBY-JK kepada pemilik modal asing, antara lain ExxonMobil. Karena SBY-JK dan beberapa elit politik, seperti Golkar dan Demokrat lebih rela menjadi "jongos" bagi kepentingan asing, maka seharunya, rakyatlah yang harus bergerak dan menuntut nasionalisasi terhadap perusahaan tambang asing.

 

 


Selengkapnya...
 
Buruh Tuntut Batalkan Kenaikan BBM, Datangi Exxon dan Gedung DPR

Oleh : Ulfa Ilyas

 

FNPBI.jpg

Jakarta, 30/06/2008/ : Sekitar 80-an orang massa yang tergabung dalam Front  Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kembali lagi melakukan aksi ke Exxon Mobil dan gedung DPR. Dalam aksi tersebut mereka menuntut kepada pemerintah Untuk membatalkan Kenaikan Harga BBM, Nasionalisasi Industri Pertambangan dan hapuskan Hutang Luar Negeri. Selain itu mereka juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memilih lagi partai politik yang pro terhadap kepentingan-kepentingan asing dan partai pendukung kenaikan  harga BBM dan menentang hak angket; Pemerintahan SBY-JK ( Golkar dan Demokrat). 

 


Selengkapnya...
 
Liputan Aksi Mogok Makan LMND dan FRM di Berbagai Daerah

 

Laporan dari Ulfa Ilyas, Jakarta - Kamis, 30 Mei 2008

 
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi mogok makan serentak di berbagai kampus di Indonesia dengan menggunakan alat LMND, Front, atau kampus-kampus untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Tuntutan utama aksi mogok makan adalah; Batalkan kenaikan harga BBM; Nasionalisasi Industri pertambangan asing dan penghapusan Utang Luar Negeri; tinggalkan elit politik pro-asing (imperialisme); Pemerintahan SBY-JK( Golkar dan Demokrat).  Berikut liputan daerah untuk sementara;

 

mogok_makan_600_x_450.jpgJakarta (26/05/08) : di Jakarta, aksi mogok makan yang di beri nama Persatuan  Mahasiswa Jakarta (PMJ) dilakukan di tiga kampus, yaitu kampus ISIIP, universitas Mercu Buana, dan UPI YAI Salemba. aksi mogok makan ini di lakukan sebagai protes mereka terhadap pemerintahan SBY-JK karena telah menaikkan kebutuhan Harga bahan bakar Minyak, dimana kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak luas pada seluruh aktifitas perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan oleh  lapisan masyarakat yang berada di posisi menengah-kebawah.  Dengan  kenaikan harga BBM maka akan memicu kenaikan harga-harga bahan pokok, dimana sebelumnya bahan-bahan pokok telah melonjak harganya karena krisis pangan dunia. Mereka juga mengatakan, bahwa situasi industri nasional  sangat tergantung pada pasokan bahan bakar minyak, akibatnya industri nasional kita akan sangat terpukul dan akan tergilas badai krisis akibat kenaikan harga  bahan bakar minyak tersebut.

 

Aksi mogok makan tersebut dilakukan oleh 6 orang peserta selama tiga hari berturut-turut. Rencananya,  jika pemerintah tidak juga mendengarkan aspirasi mereka, maka aksi mogok makan tersebut akan bertambah lagi waktunya selama enam hari. Mereka meminta pemerintahan SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM;  Turunkan harga-harga sembako, Bebaskan Aktifis  mahasiswa dan rakyat yang tertangkap saat aksi menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia, Nasionalisasi Industri pertambangan Asing; Penghapusan Hutang Luar negeri, dan seruan untuk meninggalkan elit politik pro-asing yaitu pemerintahan SBY-JK (Golkar dan Demokrat). Nugroho, Koordinator umum Posko Mogok Makan mengatakan bahwa aksi-aksi serupa akan dilakukan terus-menerus dibeberapa kampus yang sudah diputuskan oleh teman-teman dari PMJ.

 

Selengkapnya...
 
MayDay 2008: Nasionalisasi Pertambangan Asing

  “Padamu Negeri kami berjanji

Padamu Negeri kami berbakti..”

 

(Potongan lagu wajib Padamu Negeri ciptaan: Kusbini yang dinyanyikan bersama-sama oleh 1000-an massa Papernas di halaman Gedung GKBI Jakarta)

 

aksi_29_april.jpgBerdikari, Jakarta- Untuk kelima kalinya kantor ExxonMobil Jakarta ‘digoyang’ oleh massa pendukung Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Seribuan massa yang berasal perwakilan buruh, mahasiswa, dan kaum miskin perkotaan –lengkap dengan baliho, umbul-umbul, spanduk, poster,  yel-yel, lagu, beserta orasi-orasinya- kembali datang untuk menyemarakkan suasana ‘jam makan siang’ di halaman Gedung GKBI Jalan Jenderal Sudirman hari ini (29/04).

Selengkapnya...
 
Rakyat Miskin Jakarta Tuntut Nasionalisasi ExxonMobil

dsc01153_450_x_600.jpgJakarta, Berdikari -Hari Rabu siang (23/04) kantor ExxonMobil di Jalan Jenderal Sudirman didatangi 1500-an massa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Massa yang didominasi oleh ibu-ibu ini menuntut nasionalisasi Industri industri pertambangan untuk pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan sembako murah.

 


Selengkapnya...
 
Rakyat Miskin Makassar Tuntut Nasionalisasi INCO demi Sembako Murah


Makassar, Berdikari- Sekitar 1100-an massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPW-SRMI) Sulawesi Selatan pada hari Selasa siang (22/04) mendatangi Kantor PT. INCO di Kota Makassar. Mereka menuntut dinasionalisasinya PT. INCO demi sembako murah dan pendidikan gratis di Sulawesi Selatan.

 


Selengkapnya...
 
Dita Indah Sari memperoleh penghargaan "Ten Most Oustanding Women"

 

a_tribute_to_women-20080423-003-wawan.jpg

Jakarta, Berdikari- Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Papernas, Dita Indah Sari, memperoleh penghargaan sebagai "salah satu dari sepuluh tokoh yang paling memberi inspirasi pada perempuan Indonesia". Acara penghargaan yang bertajuk "Tribute to Women" digelar pada Selasa malam (22/04) di Sky Building Plaza Semanggi oleh Kantor Berita Antara.

 


 

Selengkapnya...
 
PKL Siantar Menolak Penggusuran Paksa

Siantar-berdikari (21/04/08) : aksi penggusuran semakin marak di berbagai kota. Di Kota Siantar, pihak siantar hotel menggusur paksa pedagang kaki lima dengan cara meletakkan batu besar di tempat mereka berdagang. Tindakan sewenang-wenang pihak hotel ditanggapi dengan aksi massa oleh pedagang kaki lima yang didukung mahasiswa dan petani siantar.

 

Selengkapnya...
 
KCPSI: Calon Perseorangan atau Tunda Pilkada

independen.jpgBahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi no 5/PUU-V/2007 berikut keluarnya Perubahan Kedua atas UU 32/2004 tanggal 1 April 2008 maka calon perseorangan memiliki hak secara hukum dan politik untuk maju dalam pertarungan pilkada di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...
 
JARNAS Datangi Kantor Gubernur NTB Tuntut Nasionalisasi PT. NNT

posisi.jpgMataram, Berdikari- Untuk yang kesekian kalinya 200-an massa JARNAS  (Jaringan Rakyat untuk Nasionalisasi) yang merupakan gabungan dari LMND, STN, KP-SRMI, AMSI, PAGER DESA, melakukan aksi unjuk rasa ( rabu 16 april 2008) untuk menuntut kepada pemerintah agar segera mengambil alih perusahaan pertambangan yang di miliki oleh perusahaan transnasional imperialis amerika yaitu PT NNT yang di nilai tidak memberikan manfaat sedikit pun terhadap kesejahteraan masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya.

Selengkapnya...
 
Setujukah Anda jika seluruh kontrak pertambangan ditinjau untuk menjamin ketahanan energi nasional?
 

Visitor Online