Liputan Aksi Mogok Makan LMND dan FRM di Berbagai Daerah
Senin, 02 Juni 2008
Laporan dari Ulfa Ilyas, Jakarta - Kamis, 30 Mei 2008
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar
aksi mogok makan serentak di berbagai kampus di Indonesia dengan menggunakan alat
LMND, Front, atau kampus-kampus untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan
harga BBM. Tuntutan utama aksi mogok makan adalah; Batalkan kenaikan harga BBM;
Nasionalisasi Industri pertambangan asing dan penghapusan Utang Luar Negeri;
tinggalkan elit politik pro-asing (imperialisme); Pemerintahan SBY-JK( Golkar
dan Demokrat).Berikut liputan daerah
untuk sementara;
Jakarta (26/05/08) : di Jakarta, aksi mogok
makan yang di beri nama PersatuanMahasiswa Jakarta
(PMJ) dilakukan di tiga kampus, yaitu kampus ISIIP, universitas Mercu Buana,
dan UPI YAI Salemba. aksi mogok makan ini di lakukan sebagai protes mereka
terhadap pemerintahan SBY-JK karena telah menaikkan kebutuhan Harga bahan bakar
Minyak, dimana kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak luas pada
seluruh aktifitas perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan
olehlapisan masyarakat yang berada di
posisi menengah-kebawah.Dengankenaikan harga BBM maka akan memicu kenaikan
harga-harga bahan pokok, dimana sebelumnya bahan-bahan pokok telah melonjak
harganya karena krisis pangan dunia. Mereka juga mengatakan, bahwa situasi
industri nasionalsangat tergantung pada
pasokan bahan bakar minyak, akibatnya industri nasional kita akan sangat
terpukul dan akan tergilas badai krisis akibat kenaikan hargabahan bakar minyak tersebut.
Aksi mogok makan tersebut dilakukan oleh 6 orang peserta
selama tiga hari berturut-turut. Rencananya,jika pemerintah tidak juga mendengarkan aspirasi mereka, maka aksi mogok
makan tersebut akan bertambah lagi waktunya selama enam hari. Mereka meminta
pemerintahan SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM;Turunkan harga-harga sembako, Bebaskan
Aktifismahasiswa dan rakyat yang
tertangkap saat aksi menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia, Nasionalisasi
Industri pertambangan Asing; Penghapusan Hutang Luar negeri, dan seruan untuk
meninggalkan elit politik pro-asing yaitu pemerintahan SBY-JK (Golkar dan
Demokrat). Nugroho, Koordinator umum Posko Mogok Makan mengatakan bahwa
aksi-aksi serupa akan dilakukan terus-menerus dibeberapa kampus yang sudah
diputuskan oleh teman-teman dari PMJ.
Bandar Lampung
(26/05/2008) : Kebijakan pemerintah dalam menaikkan Bahan bakar minyak
mendapat penolakan hampir di seluruh masyarakat dan mahasiswa diberbagai daerah.
Di lampung, sekitar 10-an orang peserta aksi mogok makan yang tergabung dalam
Front Rakyat Menggugat (FRM) melakukan aksi Mogok makan dikampus UNILA (Universitas Bandar Lampung).
Front Rakyat Menggugat ini terdiri dari LMND, SRMI, SEMA-LAMBAR, STN,
UKMBS-UBL, FORDIMA-UBL.
Aksi mogok makan tersebut rencananya dilakukan selama
seminggu.Mereka mengatakan bahwa mereka
akan tetap melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap
kenaikan harga minyak. Memasuki hari ketiga aksi mogok makan, salah satu peserta
yang bernama Dony dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) terpaksa
dilarikan kerumah sakit, karena kondisinya semakin lemah dan terjatuh, selain
itu juga donny menderita dehidrasi akibat mogok makan yang dilakukan tersebut.
Menurut Dona Sorentimosa, Aksi mogok makan akan digelar
selama seminggu dan jika belum ada respon dari pemerintahan SBY-JK akan
ditambah dan kemungkinan akan dibuka posko serupa di kampus UBL Bandar Lampung.
Makassar (26/05/08):
Sekitar 100-an massa
yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk demokrasi Melakukan Aksi di
depan kampus Unhas. Aksi ini merupakan prakondisi sebelum mereka akan melakukan
aksi mogok makan selama seminggu. Aksi mogok makan digelar tepat di Pintu I Kampus
Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Aksi
mogok makan ini di ikuti oleh 20 orang dengan memasang plester hitam di
mulutnya. Menurut koordinator lapangan, Babra kamal, mereka akan tetap bertahan
selama seminggu sampai pemerintah tergugah dengan penderitaan yang dialami oleh
rakyat. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada pemerintah SBY-JK untuk
membatalkan kenaikan harga BBM, nasionalisasi Industri Pertambangan Asing,
Hapuskan Hutang Luar Negri dan Industrialisasi Nasional.
Memasuki hari kedua dalam aksi mogok makan tersebut terpaksa
dibubarkan, karena di tempat yang sama telah terjadi aksi bentrok antara aparat
kepolisian dengan Aliansi Mahasiswa Universitas Hasanuddin menolak Kenaikan Bahan
Bakar Minyak (AMUK).
Labuhan Batu
(26/05/08) : Aksi-aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak
di daerah-daerah semakin meluas. Di Labuhan batu, sekitar 10-an mahasiswa yang
mengatas namakan Liga mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melakukan aksi Mogok
makan. disamping itu, beberapa orang dari mahasiswa Universitas Labuhan Batu
(ULB) dan UNISLA juga ikut serta dalam
aksi mogok makan tersebut. Rencananya, aksi mogok makan tersebut akan
berlangsung hingga 1 juni 2008 mendatang.
Siantar (28/05/08):Sebagai rangkaian aksi menentang
kenaikan harga BBM di berbagai daerah, di Siantar, beberapa aktifis LMND dan
STN menggelar aksi mogok makan menuntut pemerintah segera membatalkan kenaikan
harga BBM. Aksi mogok digelar sejak Rabu (28/05/08) di ikuti oleh Reinhard
Sinaga (LMND, Adven Nainggolan (LMND), Fransiskus Silalahi (STN),dan Tyson
(LMND). Mereka membangun tenda dan posko di depan kampus Universitas Siantar(USI). Menjelang
hari ketiga, ketiga peserta mogok makan mulai tumbang dan dilarikan ke rumah
sakit. Menurut Reinhard, aktifis LMND menyatakan bahwa aksi mereka akan terus
dilanjutkan hingga pemerintah memberikan respon dan membatalkan kenaikan harga
BBM. Hingga berita ini diturunkan, ketiga aktifis yang melakukan aksi mogok
makan sedang dirawat di rumah sakit akibat kekurangan cairan tubuh dan kondisi
fisik yang sudah sangat lemah.
Semarang (27/05/08) : Puluhan mahasiswa, buruh dan kaum miskin kota yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menggelar
aksi mogok makan didepan kampus Undip, Semarang.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas keputusan pemerintah tetap bersikukuh
menaikkan harga BBM.
Mereka yang mogok makan terdiri atas empat orang dari Liga
Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan tiga orang dari Serikat Rakyat Miskin
Indonesia (SRMI). Mereka adalah Rahmat Sutopo (LMND), Lukman Hakim (LMND),
Hengki. F. Matan (LMND), Rony Nakiaya, Wahyu Sukmahadi, Ari Setiawan, Edi
Sutikno. Masing-masing menutup mulutnya dengan lakban hitam. Hari kedua, Rahmat
Sutopo dilarikan ke rumah sakit karena fisiknya yang drop. Ketika ada peserta
yang jatuh, bukannya menurunkan semangat malah menambah semangat yang lain. Hal
ini di buktikan dengan bergabungnya tiga orang, yaitu : Adityo Kurniawan, Triya
Siswandi dan Frans Mohede.
Menurut Maman Darmawan, kemungkinan hari minggu besok
(1/06/08) ada tambahan dua orang peserta mogok makan lagi. Menurutnya, aksi ini
akan terus berlangsung hingga bulan Juni mendatang.
Salatiga (29/05/08)
: 8 mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi
(LMND) dan Komunitas Anak Jalanan Salatiga (GERAM) melakukan aksi mogok makan
di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana, jl. Diponegoro.
Kedelapan mahasiswa yang melakukan mogok makan yakni Reyza
Budi Krisna Wardana (20) dari Fakultas Teknologi Informatika sekaligus
koordinator aksi, Wawan (20) dari Fakultas Pendidikan, Asnafri (20) dari
Fakultas Theologi, Joko (26) dan Santo (20) dari komunitas anak jalanan
'Geram', Thomas (20) dari Fakultas Pendidikan dan Martin (20) dari Fakultas
Ekonomi.
MenurutReyza Budi
Krisna Wardana, Koordinator Aksi Mogok Makan, aksi tersebut dilakukan sebagai
bentuk protes mereka terhadap pemerintah karena telah menaikkan harga BBM,
padahal masih begitu banyak solusi lain yang bisa di lakukan oleh pemerintah
selain menaikkan harga BBM, yaitu : Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing
dan Hapuskan Hutang Luar Negri.
Palembang (26/05/08) : Perlawanan mahasiswa di kota Palembang
terhadap kenaikan harga BBM berlangsung di kampus IAIN Raden Fatah, jalan
jenderal Sudirman. 20-an orang mahasiswa menggelar aksi mogok makan tepat di
pinggir lapangan Sepakbola kampus IAIN tersebut. Aksi ini diikuti oleh Liga
Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) dan Front Mahasiswa Menggugat
(Frabam). Sebelum memulai aksinya, mereka telah menyebarkan undangan ke
kampus-kampus seperti UNSRI, PGRI, UMP dan Bina Darma untuk bersama-sama
terlibat dalam aksi mogok makan. Hingga hari ketiga ini, sudah ada tiga peserta
aksi mogok makan yang mengalami sakit. salah satunya, hari ini peserta yang
bernama Venus Jupiter menderita kekurangan cairan dan konsumsi makanan,
akhirnya jatuh pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit.
Dalam aksi ini mereka menuntut kepada pemerintah untuk segera
membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak, karena sangat menyengsarakan
rakyat, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menurunkan harga sembako.
Selain itu, mereka menilai pemerintah gagal dalam mewujudkan ketahanan energi.
Penyebabnya, tidak adanya kemandirian ekonomi dan politik dari pemerintahan
SBY-JK dalam pengelolaan migas di Indonesia.
Surabaya (26/05/08) : Aksi penentangan kenaikan
harga BBM di kota Surabaya cukup menarik. Sekitar 50-an anggota
LMND dan Sekumpulan mahasiswa 2007 (Semuut) yang tergabung dalam "Rakyat
Menggugat" melakukan aksi keliling kota
menggunakan sepeda pancal untuk mensosialisasikan penentangan kenaikan harga
BBM kepada rakyat miskin. Setelah selesai aksi keliling kota, mereka menggelar aksi mogok makan di depan
Pintu kampus UNAIR. Tema Aksi tersebut adalah"TINGGALKAN PEMERINTAHAN PRO-ASING".
Aksi mogok makan ini diikuti olehAgustinus (pengamen), Aditya Prasetya
(pelajar), Ganang Aditya (Semuut), Firman Dwi K (Semuut), Asadur rohman
(Semuut), ernest Fajar (Semuut), Alan Darmawan (Semuut), veri gustomi (LMND),
Enjang satrio (LMND), Gayuh Dwi N (LMND). Rencananya aksi mogok makan tersebut
akan berlangsung sampai hari sabtu, 31 mei 2008 mendatang.
Palu - Sulawesi
tengah (26/05/08) : Aksi mogok makan yang dilakukan oleh Liga Mahasiswa
Nasional Untuk Demokrasi (LMND) di depan kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi
Tengah, di ikuti oleh 8 mahasiswa yaitu Purwadi, Asman, Ton, Sherina, Enal,
Sahlan, Jhein dan Faisal. Aksi tersebut dilakukan sebagai protes mereka
terhadap pemerintah yang telah menaikkan harga BBM tanpa memperhatikan kondisi
rakyat Indonesia
yang semakin miskin dan sengsara. Rencananya, aksi mogok makan tersebut akan
terus berlangsung sampai tanggal 1 juni mendatang.
Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada pemerintah untuk
segera menurunkan harga bahan bakar minyak, turunkan harga sembako,
nasionaliasi industri pertambangan asing yang ada di indonesia, hapuskan hutang luar
negri, serta membuka industri nasional yang bisa memberikan peluang kerja bagi
rakyat.
Kendati hanya melakukan aksi mogok makan, aksi mahasiswa ini
mendapat pengawalan ketat dari kepolisian karena semakin banyak mahasiswa yang
datang bersolidaritas. Hari kedua, dua orang peserta mogok makan yang fisiknya
melemah dilarikan ke Rumah Sakit yakni Purwadi dan Syahlan dilarikan kerumah
sakit Undata, Palu. Albar, Koordinator Mogok Makan menyatakan, aksi mereka akan
bertambah besar dengan adanya peserta lain untuk mogok makan, jika pemerintah
tidak memperhatikan tuntutan mahasiswa untuk membatalkan kenaikan harga BBM.
Memasuki hari ketiga (29/05/08), aksi mogok makan diramaikan
dengan kedatangan mahasiswa dari Aliansi BEM se kota Palu yang mendatangi DPRD untuk menuntut
pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Aksi yang berjalan damai, tiba-tiba
diserang oleh aparat kepolisian yang memukuli dan menangkapi beberapa orang
mahasiswa. Aksi saling kejar-kejaran terjadi dan beberapa polisi memukuli
wartawan yang mencoba mengambil gambar kejadian tersebut. Albar, Koordinator
mogok makan yang juga memimpin aksi itu ditangkap oleh polisi.
Kudus (30/05/08)
: Aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak terus berlangsung
di berbagai daerah-daerah. Di kudus, aksi
penolakan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat (AMAR)
melakukan aksi Mogok makan di lapangan Alun-alun Simpangtujuh, aksi tersebut
diikuti oleh tiga orang peserta. Rencananya aksi tersebut akan dilakukan selama
empat hari dan akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang lain,
diantaranya Sholat Mayat yang akan dilakukan di alun-alun Kudus, mimbar bebas,
diskusi umum dan sampaimembagi-bagikan
nasi bungkus kepada sebagian para sopir angkot dan tukang becak.
Dari informasi yang kami dapatkan, Mustafid, koordinator
aksi mogok makan,"bahwa aksi mogok makan merupakan bentuk penolakan mereka terhadap
kenaikan harga bahan bakar minyak yang sangat menyengsarakan rakyat". Selain itu mereka juga menuntut kepada
pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bukan BLT (Bantuan Langsung
Tunai), menurunkan harga kebutuhan pokok, menuntaskan dan memenuhi tuntutan
reformasi, menyita aset koruptor, dan nasionalisasi aset asing dan pertambangan
untuk kesejahteraan rakyat.
Pekanbaru (30/05/08)
: bentuk penolakan kenaikan harga BBM dengan cara mogok makan juga terjadi
di Pekanbaru. Aksi digelar di Bina Widya, UNRI di Panam, Pekanbaru, jum,at
(30/05). Mereka yang mogok makan adalah Harlen Gersang, Mukhrianur (Mahasiswa
Sekolah Tinggi Informasi), Vina (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim), dan Nana (Mahasiswa Stephen Komputer). Mahasiswa menggelar posko
dan beberapa spanduk bertuliskan "Batalkan kenaikan BBM; Nasionalisasi industri
pertambangan dan penghapusan utang luar negeri", dan "Tinggalkan elit politik
pro -asing (imperialisme); pemerintahan SBY-JK (Golkar dan Demokrat)".
Menurut Billy Saputra, Koordinator aksi mogok makan yang
juga merupakan ketua Serikat Mahasiswa Riau (SEMAR) menyatakan aksi ini
merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintahan SBY-JK yang tetap menaikkan
harga BBM. Kebijakan itu akan memberikan multifier effect atas beban
penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat selain kenaikan harga sembako dan
jatuhnya daya beli. Billy menyerukan kepada seluruh gerakan mahasiswa se Riau dan
seluruh Indonesia untuk
membangun persatuan menghadapi elit politik pro asing yang menjadi kaki tangan
imperialisme di Indonesia.
Aksi mogok makan ini mendapat solidaritas dan dukungan dari
sesama mahasiswa, masyarakat dan anggota DPRD. Seorang anggota DPRD dari partai
PDK mengunjungi posko dan berdiskusi dengan mahasiswa tentang kenaikan BBM.
Menjelang dini hari (31/05), pukul 01.30 WIB, peserta mogok
makan mulai bertumbangan akibat kondisi tubuh yang semakin ngedrop. Nana,
mahasiswi yang ikut mogok makan dilarikan ke RS. Beberapa menit kemudian, 3
peserta mogok makan lainnya juga dilarikan kerumah sakit karena kondisi fisik
yang sudah sangat lemah. Menurut Billy, cepatnya peserta mogok makan tumbang
karena sejak awal mereka tidak mengkonsumsi apapun kecuali minum air.